BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka persiapan Gerakan Pemotongan Paralon Bersama (Kantong Lober), sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) terkait limbah domestik, serta pencanangan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN) untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, menyampaikan pentingnya hubungan antara sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama dalam penanganan stunting dan program Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari buang air besar sembarangan.
“Pada saat ini kami mengevaluasi data stunting, ternyata stunting beririsan dengan kondisi fisik lingkungan yang kumuh. Di daerah yang ODF-nya tinggi, angka stunting juga tinggi. Oleh karena itu, pendekatan sanitasi menjadi sangat penting dalam penanganannya,” ujar Syarifah di Ruang Serba Guna, Gedung DPRD Kota Bogor, Jumat (4/10/2024).
Ia menegaskan pentingnya implementasi yang konsisten dan komitmen dari seluruh perangkat daerah untuk mempercepat penanganan ODF. Oleh karena itu, Pemkot Bogor telah membentuk tim khusus percepatan penurunan ODF.
“Kami telah bergerak secara bertahap, dimulai dari dua kelurahan yang telah ODF, kemudian bertambah menjadi 18, dan ke depannya akan ada lebih banyak lagi kelurahan yang dibantu,” ungkapnya.
Gerakan Pemotongan Paralon Bersama (Kantong Lober) menjadi salah satu upaya Pemkot Bogor dalam mengedukasi masyarakat agar tidak membuang limbah paralon sembarangan ke sungai, serta memperkuat kesadaran lingkungan agar tidak ada lagi tempat pembuangan air besar sembarangan.
Syarifah juga menegaskan adanya sanksi yang akan diberikan apabila ada individu atau badan usaha yang membuang limbah domestik secara sembarangan.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















