NGABUBURIT YANG BERMANFAAT

Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

SAAT puasa ini, kata ngabuburit sangat familiar di telinga kita, apa itu ngabuburit? Kata ngabuburit sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Sunda “burit” yang memiliki arti waktu menjelang sore.

Secara keseluruhan ngabuburit merupakan singkatan dari “ngalantung ngadagoan burit” yang berarti bersantai-santai menunggu waktu sore.

Kata ini kemudian menjadi identik dengan ramadan karena ibadah puasa identik dengan menunggu waktu berbuka puasa yaitu pada waktu sore hari menjelang magrib.

BACA JUGA :  Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Dinas SDA DKI Sebut Dipicu Saluran Penghubung Lama

Pada awalnya, kegiatan ngabuburit selama bulan ramadan diisi dengan berbagai kegiatan religius yang  bermanfaat, seperti itikaf di masjid, tadarus Qur’an, dzikir, sholawatan, tabligh akbar, pesantren kilat, bahkan sampai program santunan. Intinya ngabuburit pada awalnya sangat bagus, bermanfaat dan membawa keberkahan.

Namun, seiring perkembangan jaman, ngabuburit di Indonesia mulai berkembang menjadi berbagai aktivitas yang lebih banyak dan bervariasi.

Seperti wisata kuliner di pasar kaget alias pasar ramadan, berbagai aktivitas sosial, buka bersama (bukber) hingga sekedar acara kumpul-kumpul keluarga, sahabat dan komunitas.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Teror Pocong di Cibinong Bogor

Kegiatan di atas juga masih baik-baik saja dan tidak menimbulkan dampak negatif, tapi ada juga ngabuburit yang bernilai negatif. Apa saja itu ngabuburit yang bernilai negatif?

Pacaran adalah salah satu contoh ngabuburit yang bersifat negatif. Banyak anak muda yang pacaran sambil ngabuburit, astahgirullah.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================