BOGORTODAY.COM – Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy menyoroti perihal adanya indikasi kasus keracunan massal yang terjadi dari dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa Bina Insani, Tanah Sareal.
Rusli menyayangkan adanya kejadian ini dan menyampaikan rasa simpati dan prihatin kepada para korban. Ia pun menyampaikan bahwa DPRD Kota Bogor akan turun tangan mengawal dan mengawasi kasus ini.
“Sungguh disayangkan program yang sudah baik ini harus tercoreng dengan adanya kejadian ini. Kami dari DPRD akan ikut mengawal dan mengawasi kasus ini melalui Komisi IV,” kata Rusli, Rabu (7/5/2025).
Ia pun berharap langkah taktis yang sudah diambil oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dalam melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) bisa mencari penyebab terjadinya keracunan massal.
Sebab, dalam menyiapkan MBG perlu diperhatikan bahan makanan mentah, kebersihan dapur, kebersihan alat makan sampai proses pengolahan dan pendistribusian.
Ia menilai, program yang sudah baik dan diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto harus bisa diterjemahkan dengan baik pula dalam pelaksanaannya.
“Tidak boleh terulang kembali hal seperti ini. Progam bagus harus di rasakan dan menjadi harapan tumbuh kembang anak anak sebagai generasi penerus bangsa,” jelas Rusli.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















