Libur Nataru, Gemblong di Puncak Tak Lagi Semanis Dulu

Nataru
Pedagang gemblong menawarkan dagangannya kepada pengendara yang melintas di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa (30/12/2025). Meski libur Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momen laris bagi para pedagang, tahun ini omzet penjualan gemblong justru turun hingga 50 persen akibat persaingan yang kian ketat dan berkurangnya daya beli wisatawan. Foto : bogortoday.com/Rifki Ramadhan.

BOGORTODAY.COM – Libur Natal dan Tahun Baru (nataru) biasanya menjadi momen paling ditunggu para pedagang di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jalanan yang padat kendaraan wisatawan kerap berbanding lurus dengan laris manisnya dagangan. Namun, cerita berbeda dialami tahun ini. Di balik riuh rendah liburan, ada pedagang yang justru terpaksa menelan pil pahit.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kosim (45), pedagang gemblong yang sudah puluhan tahun berjualan di pinggir jalan Puncak, merasakan perubahan yang cukup signifikan. Libur Nataru 2026 yang seharusnya menjadi berkah justru membawa kabar kurang menggembirakan. Omzet penjualannya merosot hingga separuh.

“Dulu mah sehari bisa habis 300 bungkus. Sekarang paling bawa 150, berarti turun sekitar 50 persen,” tuturnya, Selasa (30/12/2025).

BACA JUGA :  Mengapa Air Zamzam Tidak Pernah Habis? Ini Penjelasan dari Sisi Keagamaan dan Ilmiah

Penurunan ini bukan hanya soal berkurangnya wisatawan. Kosim melihat persaingan kini jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu. Jika dahulu hanya ada enam hingga tujuh pedagang gemblong di kawasan itu, kini jumlahnya hampir mencapai puluhan orang.

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================