Puasa Isra Miraj, Amalan Sunnah yang Banyak Dikerjakan Muslim di Akhir Bulan Rajab

Puasa Isra Miraj
Puasa Isra Miraj, Amalan Sunnah yang Banyak Dikerjakan Muslim di Akhir Bulan Rajab. (Foto: Getty Images)

BOGORTODAY.COM Puasa Isra Miraj menjadi salah satu amalan yang kerap dilakukan umat Islam menjelang akhir bulan Rajab.

Amalan ini berkaitan dengan peristiwa besar Isra Miraj, yakni perjalanan istimewa Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha atas kehendak Allah SWT.

Dalam buku Dahsyatnya Puasa Sunah karya Amirulloh Syarbini dan Iis Nur’aeni Afgandi, puasa didefinisikan sebagai menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan syarat tertentu. Dalam Islam, puasa terbagi menjadi dua jenis, yakni puasa wajib dan puasa sunnah.

Puasa wajib hanya dilaksanakan pada bulan Ramadan, sementara puasa sunnah dapat dilakukan kapan saja sesuai ketentuan syariat. Meski demikian, terdapat pula hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

BACA JUGA :  Sambut HJB ke-544, Perumda Pasar Pakuan Jaya Gelar 'Bazar Semarak' di Blok F Trade Center

Dari Aisyah RA, ia berkata:

“Rasulullah SAW melarang dua jenis puasa, yakni puasa pada Hari Raya Idul Fitri dan puasa pada Hari Raya Idul Adha.”
(HR Muslim)

Lantas, bagaimana dengan puasa Isra Miraj? Apakah amalan ini sah secara syariat?

Puasa Isra Miraj Diperbolehkan dalam Islam

Puasa Isra Miraj umumnya dilaksanakan pada 27 Rajab, karena banyak umat Islam meyakini peristiwa Isra Miraj terjadi pada tanggal tersebut.

Menurut buku Fiqh Al-Shiyam susunan Yusuf Qardhawi yang diterjemahkan Danis Wijaksana, puasa pada momen Isra Miraj dipandang sebagai amalan yang memiliki nilai penting secara syariat.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Hal ini dikarenakan pada peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu, yang menjadi tiang agama bagi umat Islam.

Puasa Isra Miraj juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas momen bersejarah tersebut. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa pada tanggal 27 Rajab, Allah SWT mencatatnya sebagaimana orang yang berpuasa selama 60 bulan.”

Dengan demikian, tidak ada larangan untuk berpuasa pada hari Isra Miraj. Artinya, amalan ini sah dilakukan, terlebih bulan Rajab termasuk bulan mulia yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================