Sarkopenia Tak Hanya Mengintai Lansia, Penyusutan Otot Sudah Dimulai Sejak Usia 30-an

Sarkopenia
Sarcopenia. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Sarkopenia kerap dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami oleh lansia. Padahal, proses penyusutan massa otot ini sejatinya sudah dimulai jauh lebih dini, bahkan sejak seseorang memasuki usia 30-an.

Tanpa disadari, penurunan otot bisa berlangsung perlahan dan berdampak besar pada kesehatan jangka panjang.

Dokter spesialis penyakit dalam, Vardian Mahardika, menjelaskan bahwa penurunan massa otot merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari. Namun, kecepatan penyusutannya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang.

“Setelah usia 30 tahun, massa otot akan menyusut secara alami. Setiap dekade, penurunannya bisa mencapai 3–8 persen. Bahkan saat kita diam saja, otot tetap menyusut,” ujar Vardian.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Kondisi inilah yang dikenal sebagai sarkopenia, yaitu penurunan progresif massa, kekuatan, dan fungsi otot.

Meski umum terjadi pada usia lanjut akibat proses penuaan, sarkopenia juga dapat muncul lebih awal akibat kurang aktivitas fisik, malnutrisi, atau penyakit tertentu.

Otot, Organ Hidup yang Sangat Penting

Menurut Vardian, otot bukan sekadar alat gerak, melainkan organ hidup yang memiliki peran vital bagi tubuh. Otot berperan besar dalam mengatur metabolisme, termasuk sebagai tempat penyimpanan gula terbaik.

“Kalau ‘gudang’ otot kita besar, gula akan masuk ke otot, bukan menumpuk di lemak,” jelasnya.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

Selain itu, otot juga membantu menjaga keseimbangan hormon seperti testosteron dan estrogen, serta berperan dalam menekan peradangan di dalam tubuh.

Otot yang kuat juga menopang sendi dan tulang dengan lebih baik, sehingga risiko cedera, termasuk saat berolahraga dengan intensitas tinggi, dapat diminimalkan.

Karena perannya yang krusial, Vardian menyebut membangun otot sebagai investasi kesehatan jangka panjang. “Nabung otot itu penting, terutama mulai usia 30-an. Angkat beban, karena otot sepenting itu,” tegasnya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================