BOGORTODAY.COM – Seng merupakan salah satu jenis atap yang cukup banyak digunakan di Indonesia. Harganya relatif terjangkau dan pemasangannya mudah. Namun, material ini kerap dianggap kurang ideal untuk hunian karena membuat rumah terasa panas seperti sauna dan mudah berkarat.
Karat pada atap seng terjadi karena bahan bakunya berasal dari besi yang dilapisi zinc atau galvanis. Ketika lapisan pelindung ini bereaksi dengan air, asam, atau tingkat kelembapan tinggi, lapisan zinc bisa rusak.
Jika permukaan pelindung tersebut terkelupas, besi di bawahnya akan langsung terpapar dan memicu terjadinya korosi.
Selain mudah berkarat, sifat material seng juga menjadi penyebab utama panas di dalam rumah. Seng termasuk bahan konduktor yang menyerap panas matahari dan menghantarkannya langsung ke bagian dalam bangunan. Akibatnya, saat cuaca terik, suhu di dalam rumah bisa meningkat drastis dan terasa pengap.
Kondisi rumah yang terlalu panas tentu berdampak buruk. Perangkat elektronik lebih cepat rusak, kualitas makanan bisa menurun, dan penggunaan listrik—terutama pendingin ruangan—menjadi lebih tinggi.
Seiring perkembangan teknologi bahan bangunan, kini tersedia berbagai inovasi atap logam yang dinilai lebih aman dan nyaman dibandingkan seng.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















