BOGORTODAY.COM – Fenomena gerhana bulan kembali menarik perhatian masyarakat Indonesia. Gerhana bulan total atau yang dikenal dengan istilah Blood Moon akan menghiasi langit pada Selasa, 3 Maret 2026.
Peristiwa langka ini membuat bulan tampak berwarna kemerahan dan bisa dilihat dengan mata telanjang saat cuaca cerah.
Kementerian Agama (Kemenag) RI mengimbau masyarakat untuk melaksanakan sholat gerhana bulan atau shalat khusuf sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri.
“Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah SWT. Karena itu, kami mengimbau umat Islam di wilayah yang mengalaminya untuk melaksanakan salat gerhana,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, dikutip dari situs resmi Kemenag, Senin (2/3/2026).
Apa Itu Gerhana Bulan?
Mengacu pada buku Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari karya Farah, gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Cahaya Matahari yang biasanya menyinari Bulan terhalang oleh Bumi, sehingga bulan terlihat lebih gelap dan terkadang berwarna merah kecokelatan.
Hukum Sholat Gerhana Bulan
Mayoritas ulama sepakat bahwa hukum sholat gerhana bulan adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Namun, sebagian ulama, seperti Abu Awanah, menyatakan sholat gerhana bersifat wajib.
Dalil pelaksanaan sholat gerhana bersandar pada hadits:
“Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdoalah kepada Allah, lalu sholatlah hingga gerhana berakhir.” (HR Bukhari dan Muslim)
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















