BOGORTODAY.COM – Banyak orang menganggap kebiasaan memencet bubble wrap hanya sekadar aktivitas iseng. Namun, bunyi “pop” yang muncul saat gelembung udara pecah ternyata memberikan sensasi tersendiri yang sulit ditolak.
Di balik aktivitas sederhana tersebut, tubuh dan otak sebenarnya mengalami respons tertentu yang dapat membantu meredakan stres dan ketegangan.
Bubble wrap sendiri pada awalnya tidak diciptakan sebagai pelindung barang. Produk ini pertama kali dikembangkan sebagai bahan dekorasi dinding atau wallpaper.
Seiring waktu, fungsinya berubah menjadi pembungkus pelindung untuk barang-barang yang mudah pecah. Meski begitu, banyak orang justru menikmati sensasi memencet gelembung udara yang terdapat pada plastik tersebut.
Penelitian ilmiah juga pernah mengkaji fenomena ini. Dilansir dari The Cut, psikolog Kathleen M. Dillon dari Western New England College meneliti efek psikologis dari kebiasaan memencet bubble wrap pada awal tahun 1990-an.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang memencet bubble wrap cenderung merasa lebih rileks sekaligus lebih fokus dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Aktivitas ini mampu memberikan efek menenangkan tanpa membuat seseorang kehilangan energi atau menjadi mengantuk.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















