Orang Tewas, 24 Luka Berat

132249_20160114121558JAKARTA, TODAY — Hiruk-pikuk di kawasan perempa­tan Sarinah, Jakarta Pusat, tiba-tiba hening sesaat setelah ledakan keras meletup di Pos Polisi Sarinah, kemarin pagi sekitar pukul 10:20 WIB. Pos polisi hancur. Ledakan ini seke­tika membuat warga yang berak­tifitas di kawasan tersebut beling­satan melarikan diri.

Sedikitnya lima bom bunuh diri meletup di kawasan itu. Data terakhir yang dihimpun menyebut­kan, 7 orang tewas (5 pelaku teror, 1 polisi dan 1 WNA asal Kanada) dan 24 orang (warga sipil Indonesia) mengalami luka berat.

Suasana tampak mencekam. Polisi menutup dan mensterilisasi kawasan Jalan Thamrin hingga Bundaran Hotel Indonesia, hingga akhirnya ditutup un­tuk dua arah. Tak berhenti di satu leda­kan saja.

BACA JUGA :  Gempa M 7,2 Guncang Jepang Utara, Tidak Ada Korban Jiwa maupun Ancaman Tsunami

Ledakan berikutnya kemudian kem­bali meletup. Kali ini bom meledak di halaman parkir Starbucks Cafe, Sari­nah. Ledakan kedua kemudian disusul aksi tembak-tembakan yang terdengar di Pos Polisi Sarinah, Thamrin Jakarta. Tak lama berselang, polisi datang den­gan senjata lengkap. Satu orang terli­hat tergeletak di tengah jalan Pos Polisi Sarinah, sedangkan satu orang lain berkewarganegaraan asing tergeletak di depan Starbucks. Usai memberondong dengan tembakan, 2 pelaku teror mele­dakkan diri di depan Starbucks.

BACA JUGA :  Dongeng Sebelum Tidur, Kebiasaan Sederhana yang Berdampak Besar bagi Tumbuh Kembang Anak

Seorang saksi, Edi, menuturkan usai ledakan pertama terjadi di de­pan Sarinah, ia bersama warga lainnya berkerumun melihat korban. Di an­tara kerumunan itu ternyata terdapat 2 orang pelaku yang kemudian menem­baki secara membabibuta. “Saya lihat pelaku berkaus hitam, pakai topi, dan bawa ransel. Umurnya sekitar 20 tahu­nan. Tiba-tiba dia keluarin pistol dan menembak ke kerumunan,” ucap Edi yang bekerja di belakang Gedung Sari­nah Thamrin. “Lalu dia mundur ke arah Starbucks dengan tenang. Tak lama ada ledakan di sebuah mobil,” kata Edi.

(Yuska Apitya Aji)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================