Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Liver, Benarkah Penderita Harus Banyak Minum yang Manis?

Liver
Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Liver, Benarkah Penderita Harus Banyak Minum yang Manis?. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Penyakit liver atau gangguan hati menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan di masyarakat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus hepatitis, perlemakan hati, sirosis, hingga kanker hati.

Di tengah masyarakat, masih beredar sejumlah anggapan terkait pola makan bagi penderita penyakit liver. Salah satu yang paling populer adalah keyakinan bahwa penderita sakit kuning atau gangguan hati harus banyak mengonsumsi minuman manis seperti sirup.

Selain itu, ada pula pandangan bahwa semua makanan berlemak wajib dihindari. Namun, apakah anggapan tersebut benar secara medis?

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Rino Alvani Gani, memberikan penjelasan mengenai berbagai mitos yang berkembang terkait penyakit liver.

BACA JUGA :  Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Mana yang Lebih Utama?

Benarkah Penderita Liver Harus Minum Sirup atau Makanan Manis?

Menurut dr. Rino, anggapan tersebut muncul karena hati berperan sebagai tempat penyimpanan cadangan gula dalam bentuk glikogen. Ketika tubuh memiliki kelebihan gula yang tidak digunakan sebagai sumber energi, zat tersebut akan disimpan di hati untuk digunakan saat diperlukan.

Banyak orang berasumsi bahwa ketika fungsi hati terganggu, cadangan glikogen juga berkurang sehingga penderita rentan mengalami gula darah rendah. Dari sinilah muncul saran agar pasien liver lebih banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Namun, perkembangan ilmu kedokteran menunjukkan bahwa tubuh memiliki mekanisme yang jauh lebih kompleks. Selain memanfaatkan cadangan gula di hati, tubuh juga mampu menghasilkan energi dari cadangan lemak maupun protein ketika diperlukan.

BACA JUGA :  Inggris Tantang Kroasia di Piala Dunia 2026, Adu Generasi Muda dan Pengalaman Jadi Sorotan

Karena itu, konsumsi gula berlebihan bukanlah solusi yang dianjurkan bagi penderita penyakit hati. Justru, asupan manis yang terlalu banyak berpotensi memperburuk kondisi kesehatan dengan meningkatkan risiko perlemakan hati, obesitas, hingga gangguan metabolisme lainnya.

Apakah Makanan Berlemak Harus Dihindari?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah mengenai konsumsi lemak saat seseorang mengalami gangguan liver.

Hati memiliki fungsi penting dalam menghasilkan cairan empedu yang membantu proses pencernaan dan penyerapan lemak. Ketika fungsi hati menurun, produksi empedu juga dapat berkurang sehingga kemampuan tubuh mencerna lemak menjadi tidak seoptimal biasanya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================