
BOGORTODAY.COM – Setiap hari, jutaan jemaah yang datang ke Masjidil Haram meminum air Zamzam sebagai salah satu sumber air yang penuh keberkahan. Namun, di balik mata air yang terus mengalir hingga kini, tersimpan kisah luar biasa tentang keimanan, pengorbanan, dan keteguhan hati keluarga Nabi Ibrahim AS yang menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam sepanjang masa.
Penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, menjelaskan bahwa sejarah munculnya air Zamzam tidak dapat dipisahkan dari perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan putra mereka, Nabi Ismail AS. Kisah tersebut menjadi bukti bagaimana ketiganya mampu menghadapi ujian berat dengan penuh keimanan kepada Allah SWT.
Menurut Musyaddad, Al-Qur’an menempatkan Nabi Ibrahim AS sebagai sosok teladan karena berhasil melewati berbagai ujian kehidupan dengan kesabaran dan kepatuhan yang sempurna. Ujian yang dihadapi bukan hanya menyangkut keyakinan, tetapi juga menyentuh aspek logika, fisik, hingga perasaan sebagai seorang suami dan ayah.
Salah satu ujian paling berat terjadi ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar bersama bayi mereka, Ismail, di sebuah lembah tandus yang saat itu tidak berpenghuni. Kawasan tersebut kemudian dikenal sebagai Kota Makkah.
Saat Nabi Ibrahim bersiap meninggalkan mereka, Siti Hajar terus mengikuti dan mempertanyakan alasan dirinya beserta sang bayi ditinggalkan di tempat yang tidak memiliki sumber kehidupan. Nabi Ibrahim tidak memberikan jawaban hingga akhirnya Hajar bertanya apakah keputusan tersebut merupakan perintah Allah SWT.
Ketika Nabi Ibrahim mengiyakan dengan anggukan, Siti Hajar menerima keputusan itu dengan penuh keteguhan hati. Ia meyakini bahwa Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya terlantar apabila semua itu merupakan bagian dari ketentuan-Nya.
Keimanan itulah yang kemudian menjadi kekuatan bagi Siti Hajar ketika persediaan makanan dan air mulai habis. Mendengar tangisan Ismail yang kehausan, ia berusaha mencari pertolongan dengan berlari bolak-balik antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.
Di tengah ikhtiar tersebut, Allah SWT mengutus Malaikat Jibril. Dengan izin-Nya, muncullah mata air Zamzam yang kemudian menjadi sumber kehidupan bagi kawasan Makkah hingga saat ini. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa mata air itu keluar setelah Malaikat Jibril menghentakkan kaki atau sayapnya ke tanah.
Tak hanya menghadirkan air sebagai penyelamat, Malaikat Jibril juga membawa kabar gembira bahwa Ismail kelak akan diangkat menjadi nabi dan bersama ayahnya membangun Ka’bah, yang kini menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia.
Hikmah yang Kerap Terlewat
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















