Mudah Cemas dan Sering Overthinking, Apakah Itu Sifat atau Tanda Gangguan? Ini Penjelasannya

Cemas
Ilustrasi Cemas. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pernah merasa mudah khawatir, sering overthinking, atau cemas berlebihan meski menghadapi persoalan yang sebenarnya sepele? Kondisi seperti ini cukup sering dialami banyak orang. Sebagian menganggapnya sebagai bagian dari karakter, sementara yang lain khawatir hal tersebut merupakan tanda gangguan kesehatan mental.

Faktanya, rasa cemas yang mudah muncul memang dapat berkaitan dengan kepribadian seseorang. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan kecemasan.

Neuroticism Membuat Seseorang Lebih Mudah Cemas

Dalam dunia psikologi, kecenderungan mudah merasa cemas sering dikaitkan dengan salah satu dimensi kepribadian dalam konsep Big Five Personality, yaitu neuroticism.

BACA JUGA :  7 Makanan Sumber Vitamin B Kompleks yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Neuroticism menggambarkan kecenderungan seseorang lebih mudah mengalami emosi negatif, seperti rasa khawatir, gelisah, sensitif terhadap tekanan, hingga mudah merasa terancam dalam situasi tertentu.

Orang dengan tingkat neuroticism yang tinggi umumnya lebih cepat merespons stres dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali merasa tenang dibandingkan orang lain.

Penelitian Menunjukkan Hubungan dengan Kecemasan

Sejumlah penelitian memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara neuroticism dan kecenderungan mengalami kecemasan.

Salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry menemukan bahwa individu dengan tingkat neuroticism yang tinggi cenderung memiliki tingkat kecemasan lebih besar dibandingkan mereka yang memiliki karakter emosional lebih stabil.

BACA JUGA :  Thailand Siapkan Aplikasi THIM, Proses Imigrasi Wisatawan Bakal Lebih Cepat dan Praktis

Sementara itu, penelitian lain yang diterbitkan dalam BMC Psychology mengungkap beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami kecemasan, antara lain:

  • Lebih sensitif terhadap situasi yang tidak pasti.
  • Mudah menganggap sensasi tubuh, seperti jantung berdebar, sebagai tanda bahaya.
  • Cenderung menghindari situasi yang dianggap menimbulkan stres.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa cara otak memproses ancaman dan ketidakpastian turut memengaruhi munculnya rasa cemas.

Tidak Semua Orang yang Mudah Cemas Mengalami Gangguan Mental

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================