Intensive Parenting: Saat Kasih Sayang Orang Tua Berubah Menjadi Tekanan bagi Anak

Intensive Parenting
Intensive Parenting: Saat Kasih Sayang Orang Tua Berubah Menjadi Tekanan bagi Anak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Setiap orang tua pasti menginginkan masa depan terbaik bagi anaknya. Berbagai cara dilakukan, mulai dari memilih pendidikan yang berkualitas, memperhatikan kebutuhan nutrisi, hingga aktif mendampingi kegiatan yang mendukung perkembangan anak.

Namun, ketika perhatian dan keterlibatan orang tua diberikan secara sangat intens hingga hampir seluruh aspek kehidupan anak diatur dan diawasi, pola tersebut dikenal sebagai intensive parenting.

Pola asuh ini sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang karena orang tua berusaha memberikan dukungan maksimal. Akan tetapi, jika dilakukan tanpa keseimbangan, intensive parenting dapat memberikan tekanan bagi anak sekaligus membuat orang tua mengalami kelelahan emosional.

Apa Itu Intensive Parenting?

Intensive parenting merupakan gaya pengasuhan ketika orang tua terlibat secara sangat aktif dalam berbagai sisi kehidupan anak. Keterlibatan tersebut mencakup pendidikan, aktivitas harian, pergaulan, hingga pengembangan kemampuan dan bakat.

BACA JUGA :  PWI Pusat Buka Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Penataan Organisasi Dimulai

Dalam pola asuh ini, orang tua biasanya mengatur banyak hal berdasarkan kebutuhan anak. Mulai dari menyusun jadwal kegiatan, memantau perkembangan akademik, memilih aktivitas tambahan, hingga memastikan anak mendapatkan berbagai kesempatan untuk berkembang.

Tujuan dari intensive parenting sebenarnya positif, yaitu membantu anak meraih potensi terbaiknya. Namun, keterlibatan yang terlalu jauh dapat membuat anak kehilangan kesempatan untuk belajar mandiri dan mengambil keputusan sendiri.

Manfaat Intensive Parenting Jika Dilakukan Secara Seimbang

Ketika diterapkan dengan batas yang tepat, intensive parenting dapat memberikan dampak positif bagi hubungan orang tua dan anak.

BACA JUGA :  6 Tanda Anak Sudah Siap Masuk Sekolah, Bukan Hanya Dilihat dari Usia

Salah satu manfaatnya adalah terciptanya kedekatan emosional yang lebih kuat. Anak merasa diperhatikan karena orang tua hadir dalam berbagai tahap kehidupannya, baik saat menghadapi kesulitan maupun ketika meraih pencapaian.

Selain itu, keterlibatan orang tua juga membantu memahami kebutuhan, minat, serta karakter anak. Dengan begitu, dukungan yang diberikan dapat lebih sesuai dan tidak hanya berdasarkan asumsi.

Pendampingan yang baik juga dapat membantu anak membangun kebiasaan positif, seperti disiplin, tanggung jawab, serta semangat untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Dari sisi emosional, anak yang mendapatkan dukungan orang tua secara konsisten cenderung merasa lebih aman dan memiliki tempat untuk berbagi ketika menghadapi masalah.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================