sidak-daging-petugas-temukan-hati-kambing-bernanah-qq36IhEQ97BOGOR, TODAY — Ini benar-benar menjijikan dan mengejutkan. Hati kambing bengkak dan bernanah masih dijual di Pasar Bogor, Jawa Barat.

Temuan menjijikan ini di­ungkapkan petugas gabungan Dinas Perindustrian dan Perda­gangan (Disperindag) bersama Dinas Pertanian Kota Bogor saat melakukan sidak di Pasar Bogor, Kamis (2/7/2015) pagi. Hati kamb­ing bernanah tersebut ditemukan saat petugas mengecek salah satu lapak penjual daging.

Kabid Peternakan Dinas Perta­nian Kota Bogor, Drh Wina men­gatakan, nanah atau abses pada hati kambing ini diduga sudah ada sejak kambing belum disembelih. “Hati kambing ini sudah membengkak. Saat kita periksa ternyata ada nanah di dalamnya,” ujarnya.

Nanah pada hati kambing, kata Wina, tidak terlalu banyak dan tidak menyebar ke bagian lain. Nanah terse­but bisa dibuang dan bagian hati yang tak mengandung nanah bisa tetap dikonsumsi.

“Kalau hati yang mengandung na­nah itu tak sengaja terkonsumsi, akan mengakibatkan diare dan keracunan. Tergantung dari kandungan bakterin­ya,” kata Wina.

Hati kambing itu kemudian dia­mankan untuk selanjutnya dilakukan penelitian di laboratorium. Dia juga meminta kepada pedagang untuk lebih berhati-hati dalam menjual daging ke­pada konsumen.

Selain hati mengandung nanah, petugas juga menemukan daging tak layak konsumsi, yakni daging yang di­ambil dari leher ayam yang digiling dan dipadatkan atau lebih dikenal dengan daging ‘oncom’.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Bambang Budianto mengatakan, dag­ing tersebut biasa digunakan untuk ba­han pembuat bakso atau cilok.

“Jadi daging itu diambil dari leher ayam ke kepala. Paruhnya pun juga di­masukan dan kemudian digiling. Dag­ing ini sebenanya kurang layak dan kami mengimbau kepada pedagang un­tuk tidak menjual daging oncom untuk bahan makanan,” tuturnya.

Dalam razia kali ini, tim tidak men­emukan banyak daging berbahaya yang mengandung penyakit. Selain daging, petugas juga melakukan pengecekan terhadap beberapa bahan makanan seperti ikan laut, ikan asin, usus ayam, agar-agar, dan curuluk (kolang-kaling).

“Kita ingin pasar tradisional di Kota Bogor ini jadi pilot project pusat pen­jualan makanan dan minuman yang se­hat, bebas dari bahan kia berbahaya,” kata Bambang.

(Rizky Dewantara|Yuska Apitya)