Home Today Update Ada Lelang Sepatu Jumpsuit

Ada Lelang Sepatu Jumpsuit

0
184

Untitled-3Peringatan 43 tahun kepergian Bruce Lee, kemarin tak hanya dibanjiri air mata dan doa. Pada hari yang sama, para penggemar juga berkesempatan untuk berbincang dengan putri bungsu sang jagoan bela diri itu.

BRUCE alias Lee Jun-fan adalah aktor laga profesional keturunan Hong Kong-Amerika. Pria kelahi­ran Chinatown, San Francisco, 27 November 1940, ini menikah muda dengan Linda Lee Cadwell, dan memiiliki sepasang buah hati, Brandon serta Shannon.

“Tidak banyak kenangan ten­tang Ayah,” kata Shannon via Facebook live video menjawab pertanyaan dari penggemar. “Saya masih berusia empat tahun ke­tika Ayah mangkat. Namun, saya masih bisa mengingat sekaligus merasakan energi dan kasih say­angnya,” sambungnya.

Dalam rekaman video berdu­rasi hampir satu jam itu, Shannon memuji ayahnya yang tidak memiliki rasa takut, tapi di sisi lain sangat suka bercanda. Shan­non juga menceritakan tentang abangnya, Brandon, yang sama-sama pemberani dan gemar bela diri. Tak hanya menayangkan sesi tanya jawab via Facebook, demi mengenang Bruce, pihak keluarga juga menawarkan sepatu kuning setrip hitam seperti yang pernah dikenakan Bruce di film Bruce Lee: A Warrior’s Journey. Juga tersedia versi biru setrip putih. “Banyak permintaan di komuni­tas kami, dan terima kasih kepada BAIT, kami bisa mendapatkan sepatu terakhir edisi terbatas Onit­suka Tiger Bruce Lee —> http://bit.ly/BruceLeeShoes Enjoy!” Demiki­an informasi di akun Facebook Bruce Lee, kemarin.

Sebetulnya, sepatu sneak­er bertajuk Bruce Lee Onitsuka Tiger Colorado Eighty Five—Legend ini sudah ditawarkan oleh perusahaan retail BAIT dan Onitsuka Tiger, sejak ta­hun lalu, via BruceLee.com, dan langsung ludes. Kini, kem­bali ditawarkan secara terbatas.Seorang penggemar, Teri Lynn, mengaku ingin membeli sepatu kuning legendaris ini, walaupun sudah memiliki dua pasang. Na­mun penggemar lain, Jamie Curmi, mengkritik sepatu kuning itu tidak mirip milik Bruce di film. Bagian sol dan setripnya berbeda.

Meski begitu, sepatu kuning yang dibanderol USD160 ini tetap layak dikoleksi, apalagi edisinya terbatas. Tentu saja tidak hanya sepatu, masih banyak suvenir lain khas Bruce yang ditawarkan, ter­masuk jumpsuit kuning setrip hi­tam yang tak kalah legendaris.

Warisan Abadi Bruce Lee Sepatu, jumpsuit dan berb­agai suvenir lain hanyalah seba­gian dari ‘warisan’ Bruce bagi para penggemar. Warisan sesungguh­nya diurus oleh pihak keluarga, terutama Shannon, yakni Bruce Lee Foundation. Beberapa tahun belakangan, yayasan tersebut berkembang.

Perkembangannya meliputi Bruce Lee Action Museum, pro­gram beasiswa dan program pen­didikan seni bela diri Little Dragon. “Kebanyakan orang mengetahui nama Bruce Lee, tapi mereka han­ya tahu dia sebagai atlet Kung Fu yang keren,” kata Shannon kepada NBC News.

“Mereka,” Shannon menambah­kan, “tidak tahu filosofi hidupnya dan bagaimana ia menjalani ke­hidupan.” Bruce mulai dikenal lewat serial televisi Green Hor­net (1966). Lalu, ia balik ke Hong Kong dan berakting di Fist of Fury (1972), disusul setahun ke­mudian, Enter the Dragon.

Sepeninggal Bruce pada 20 Juli 1973, warisan sifat baiknya terus diestafet ke generasi muda. Shan­non mengungkapkan, sang ayah memiliki pikiran dan hati yang der­mawan. “Ia ingin mendorong orang lain agar menjadi diri terbaik mer­eka melalui filosofi yang ia miliki.”Bruce, sebagaimana dikatakan Shannon, “Terus menjadi pembela bagi orang di sekelilingnya.” Saat ini, Bruce Lee Foundation telah menerima 1.300 pelamar beasiswa dan sudah memulai program Little Dragons. Program seni bela diri tersebut diperuntukkan bagi anak-anak kalangan tak mampu.

Ada pula program museum: pameran di Seattle, Hong Kong, dan Sacramento, California. Beri­kutnya, yayasan akan mengem­bangkan sebuah “pengalaman in­teraktif digital” untuk penggemar di seluruh dunia, yang dijadwal­kan pada awal 2017.

Tahap terakhir, yayasan akan menghimpun barang-barang peninggalan Bruce di museum tersebut. Selain membentuk yayasan, Shannon juga sibuk mengerjakan sebuah biopik yang berfokus pada filosofi sang ayah. Tak sendirian, ia juga dibantu oleh ibunya, Linda Lee Cadwell.

Untuk membuat biopik ini, ia dan ibunya bertemu dengan te­man-teman Bruce untuk mencari tahu lebih mendalam tentang sosok ayahnya. “Kami ingin fokus pada semangatnya, perjuangannya, jati dirinya sebagai manusia biasa, dan apa yang ia ingin lakukan dengan hidupnya,” kata Shannon.

Sebelumnya pada 1993, sudah ada biopik bertajuk Dragon: The Bruce Lee Story. Biopik itu meru­juk pada biografi Bruce Lee: The Man Only I Knew yang ditulis oleh Linda Lee Cadwell. Biopik itu merajai box office. Tapi menu­rut Shannon, film itu agak ‘lebay.’Selain yayasan dan film biopik, untuk menghormati kehidupan sang ayah, Bruce Lee Enterprises yang dikelola oleh Shannon me­luncurkan situs web baru. Situs web itu akan berfokus pada filosofi Bruce Lee. Shannon berharap, filosofi sang ayah bisa menginspi­rasi dan menumbuhkan semangat masyarakat. (Yuska Apitya/cnn/ed:Mina)