Untitled-9ALFIAN MUJANI
[email protected]

Wajah-wajah lucu dan m e n g g e ­maskan itu tampak ber­kumpul di selasar gedung TK Tunas Muda 4, Cilendek Kota Bogor. Mereka adalan 64 mu­rid tanam kana-kanak terse­but yang akan mengikuti acara penanaman pohon buah-bua­han bersama Bogor Hejo.

‘’Anak-anak, mari kita ke luar ruangan. Hari ini kita akan menanam pohon buah-buahan bersama Bogor Hejo,’’ kata Kepala TK Tunas Muda 4 Cicih S.Pd AUD yang disambut sorak-sorai pulu­han anak-anak, ‘’Horeeee…. horeeee, horeee, kita nanam pohoooon.’’

Hanya dalam hitungan menit, anak-anak itu sudah duduk rapi di lantai yang cu­kup bersih. Mereka langsung disapa General Manager Su­rat Kabar Harian Bogor Today Amel Amalia Dian Puspitasari dan Sekretaris Bogor Hejo Tato Marsito. ‘’Selamat pagi anak-anak yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng,’’ sapa Amel yang langsung dijawab oleh puluhan anak itu, ‘’Sela­mat pagiiii.’’

Tampak hadir pada acara ini Wakil Ketua Yayasan TK Tunas Muda 4 Kota Bogor Ny Indah Ayi Syarif, Galih, Kepala TK Tunas Muda 4 Kota Bogor Cicih S.Pd AUD, para guru TK Tunas Muda 4, para orang tua murid, dan Pemimpin Redaksi SKH Bogor Today Alfian M.

Kerapihan barisan anak-anak itu, ternyata tak bisa bertahan lama. Begitu Amel bercerita tentang aneka man­faat nanam pohon dan mem­berikan hadiah untuk anak yang berani maju ke depan, semua anak berdiri dan bere­but maju ke depan. Ada yang diminta nyanyi, ada yang di­minta menyebutkan nama-nama buah yang disukai dan pernah dimakan anak-anak, ada juga yang ditana nama po­hon buah-buahan yang ada di rumah masing-masing.

Sayangnya, jumlah hadiah yang dibawa Tim Bogor Hejo sangat terbatas, sehingga ban­yak anak protes dan menan­gis karena tidak mendapat­kan hadiah. Untungnya, para guru yang semuanya wanita itu sangat cekatan membujuk anak-anak dan mengalihkan perhatian pada acara sesi foto bersama. Anak-anak tampak senang diajak foto bersama di halaman sekolah.

Mereka juga berebut ingin menanam pohon ketika Tato Marsito bersama para guru mengajak anak-anak ke lapan­gan belakang untuk menanam pohon buah-buahan. Mereka bukan hanya berebut ingin ikut menanam, tetapi juga tak takut kotor. ‘’Anak-anak ini sudah kami biasakan diajak berkebun, sehingga mereka sudah akrab dengan kegiatan menanam,’’ kata Cicih.

Pohon buah yang ditanam kali ini antara lain pohon cit­rus (jeruk) sumbangan dari Citrus Department Store, po­hon sirsak, nangka, alpuket, dan pohon sukun sumbangan dari Paguyuban Budiasi. (*)

loading...