ZURICH TODAY – Pandemi corona membuat banyak kompetisi di Eropa menjadi molor. Oleh karenanya, FIFA mengubah jadwal bursa transfer musim panas dan aturan kontrak pemain.

Liga-liga di Eropa dihentikan sampai batas waktu tidak ditentukan karena teror COVID-19 masih sulit diatasi. Belum diketahui kapan liga akan bergulir lagi.

Dengan kondisi seperti ini, opsi untuk menghentikan liga muncul karena nantinya jika molor, maka kontrak pemain jadi bermasalah dan juga soal bursa transfer. Beberapa pemain sudah ada yang mengikat kontrak dengan klub barunya yang berlaku per 1 Juli 2020, bersamaan dengan dibukanya bursa transfer musim panas.

Melihat kondisi itu, FIFA lantas mengubah jadwal bursa transfer musim panas. Dari seharusnya 1 Juli 2020 hingga 2 September 2020, FIFA memberikan fleksibilitas setiap kompetisi untuk menentukan masa tenggatnya masing-masing.

“Perlu penyesuaian terhadap regulasi awal dengan situasi terkini. Karena itu, FIFA akan fleksibel dan membolehkan jendela transfer untuk dipindahkan dan jatuh pada masa di antara akhir musim dan awal musim berikutnya,” ujar pernyataan FIFA, Rabu (8/4/2020).

Tak cuma soal bursa transfer yang diperpanjang, kontrak pemain yang habis per 30 Juni 2020 diperpanjang oleh klub hingga kompetisi benar-benar tuntas.

“Kontrak pemain yang akan habis biasanya berakhir saat musim berakhir. Dengan penundaan kompetisi, sudah jelas bahwa musim ini tak akan berakhir normal. Maka diusulkan agar kontrak para pemain diperpanjang hingga musim benar-benar berakhir.”

“Kebijakan serupa juga berlaku untuk kontrak mereka yang akan dimulai pada musim baru, yang berarti berlakunya kontrak tersebut bakal ditunda hingga musim berikutnya benar-benar dimulai.”

Selain itu, FIFA juga meminta klub-klub, pemain, dan otoritas liga masing-masing mencari solusi terbaik sesuai kondisi negara masing-masing di tengah pandemi ini. (net)

loading...