BOGOR TODAY – Sekitar  9 SMA di Kota Bogor yang sedang diakreditasi secara serentak oleh Tim Assesor dari Provinsi Jawa Barat. Ke 9 SMA tersebut adalah, SMA Pesat, SMA PGRI 3, SMA YZA 2, SMAN 10, SMA Al Azhar Plus, SMAN 9, SMA PUI, MA Al Haitsam dan SMA Kamandaka. Pelaksanaan akreditasi ini dibagi menjadi 2 kloter, yaitu pada tanggal 17-18 dan 19-20 Juli 2019.

Pelaksanaan akreditasi di salah satu sekolah yaitu SMA Pesat berlangsung lancar dan konduksif. Assesor yang bertugas di SMA Pesat adalah Rachmat Urip Sudirman dan Dadang Iskandar. Rachmat Urip Sudirman mengatakan saya dan pak Dadang dapat tugas dari pemerintah untuk mengakreditasi SMA Pesat, jadi saya tidak akan memberikan pembinaan.”Saya hanya melihat saja, dari evaluasi diri yang sekolah buat,”terangnya.

Menurut Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) menetapkan tagline baru: akreditasi bermutu untuk pendidikan bermutu. Tagline baru tersebut dimaksudkan untuk memperkuat dan mengaktualisasikan moto BAN-S/M: profesional, tepercaya, dan terbuka. Setelah mulai mendapatkan pengakuan masyarakat, BAN-S/M senantiasa berusaha menjadikan dirinya sebagai institusi penjaminan mutu pendidikan.

Ketua BAN SM Pusat Toni Toharudin mengungkapkan, tahun 2020 mendatang, pihaknya juga bakal memfokuskan kajian dengan melibatkan unsur pendidikan tinggi, para ahli di bidang pendidikan, dan praktisi. Dengan dilibatkannya pihak-pihak tersebut diharapkan mampu membuat rumusan yang komprehensif.

Menurut dia ada beberapa hal krusial yang bakal diubah dalam skema akreditasi sekolah dan madrasah. Yakni perihal alat ukur, standar penilaian, kualitas lulusan dan rekomendasi.

“Terkait penilaian, selama ini lebih pada kuantitas dan dokumen. Misalnya menilai guru itu hanya berdasar pada dokumen, ke depan tidak lagi begitu. Karena guru bakal dinilai langsung ketika dia mengajar,” kata Toni.

Di tempat terpisah Pemerhati Pendidikan Kota Bogor Heru B Setyawan sangat setuju dengan aturan baru akreditasi yang akan berlaku pada tahun 2020.

“Akreditasi akan tambah berhasil jika melibatkan Guru, peserta didik, orangtua/wali murid, alumni dan tokoh masyarakat yang ada di sekitar sekolah, karena mereka inilah yang paling tahu keunggulan dan kelemahan sekolahnya,” ujarnya.

loading...