BOGOR TODAY – Kasus corona virus disease (Covid-19) di Kota Bogor masih belum reda. Bahkan, virus menakutkan itu sudah menyebar ke Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto membenarkan bahwa salah satu anggota DPRD terkonfimasi positif Covid-19. Informasi itu, Ia terima pada Senin (28/9/2020) kemarin.

“Saya sampaikan kepada teman-teman media bahwa per hari Senin 28 September siang kami menerima hasil konfirmasi positif, satu Anggota DPRD positif covid19,” kata Atang Trisnanto kepada wartawan di Balaikota Bogor, Selasa (29/9/2020).

Setelah ada informasi positif, lanjut Atang, maka kantor DPRD di netralisasi, seperti penyemprotan disinfektan. Kemudian memperketat protokol kesehatan. Selain itu, ada tracing kepada riwayat kontak erat terhadap satu anggota dewan tersebut dilanjutkan hari ini tes swab bagi riwayat kontak erat yang ada.

“Jadi penyemprotan langsung kemarin sore kita lakukan, kemudian juga 16 anggota DPRD yang sudah kontak erat plus 5 orang setwan kita bebas tugaskan aktivitasnya dan kita tidak minta untuk hadir di DPRD. Jadi sisanya yang baru bisa melaksanakan tugasnya dan itu kita lakukan virtual dan tiap hari saya sudah perintahkan kepada sekretaris DRPD Kota Bogor untuk melakukan disinfeksi ke semua ruangan termasuk tadi yang sudah kita sepakati di forkompimda adalah kita mengetatkan aturan di perkantoran baik jumlah pegawai yang WFH, WFO maupun protokol yang ada,” ujarnya.

Kemudian, dilakukan juga penelusuran tracing terhadap anggota maupun staf sekretariat dewan yang kontak erat. “Penulusuran awal kita didapatkan 19 nama baik dari anggota maupun staf sekretariat dewan, dan selanjutnya bertambah pagi ini tekonfirmasi yang ikut tes swab ada 31 orang dan juga mungkin bertambah beberapa orang dari kalangan diluar interaksi di kantor DPRD. Dan posisi anggota yang saat ini positif covid karena sudah mengalami kondisi tanpa gejala sedang isolasi mandiri di rumahnya,” jelasnya.

Saat ditanya apakah aktivitas kantor ditutup, kata Atang, aktivitas kantor tidak ditutup total. Hal itu karena beberapa yanh harus diselesaikan, diantaranya menerima surat maupun aspirasi dari warga. Kemudian di hari ini juga sedang ada pembahasan marathon untuk penyelesaian pembahasan APBD perubahan, hanya saja secara mekanismenya dilakukan tidak seperti biasanya.

“Yang biasanya rapat secara langsung kehadiran fisik nanti kita akan kombinasikan untuk rapat secara virtual. Ini untuk memenuhi aturan dari regulasi yang berlaku bahwa persetujuan itu dengan catatan abc dan seterusnya,” katanya.

Dia pun menuturkan, bahwa anggota dewan tersebut pada Senin sampai Rabu dan kamis pekan lalu ada kegiatan kantor dan juga kunjungan kerja. Kemudian di Kamis malam sampai dengan hari Sabtu pagi. “Nah, di Sabtu malam itu yang bersangkutan sudah mengalami demam tinggi, kemudian di hari minggunya mengikuti tes swab,” tuturnya.

Ia pun tidak bisa memastikan, di mana dan kapan anggota dewan itu terpapar. “Kita belum bisa memastikan karena memang selama satu pekan ini aktifitasnya cukup banyak, baik rapat-rapat, kegiatan ke masyarakat kemudian juga kegiatan pribadi termasuk juga kunjungan kerja. Jadi artinya saya belum bisa menjamin ini terpapar dari mana karena kita juga tidak tahu, tapi yang jelas faktanya hari minggu swab, senin hasilnya keluar dan positif,” tandasnya. (Heri)