NANGGUNG TODAY – Warga belajar yang biasa disebut Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang berada di pelosok pedesaan atau daerah terpencil yang jauh dari pusat keramaian kota, tetapi mereka masih bisa melaksanakan kegiatan pendidikan diwilayah tersebut.

Sebut saja, puluhan warga Kampung Ciguha, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung yang menjadi peserta warga belajar PKBM Handayani 2 mereka terlihat antusias dalam mengikuti pembelajaran yang sudah disiapkan oleh Tutor dari PKBM.

PKBM Handayani 2 merupakan salah satu PKBM yang cukup lama beroperasi. Pengalamannya menyelengarakan pendidikan kesetaraan membuat kualitas lulusan yang dihasilkan tak perlu diragukan lagi.

“Selain keterbatasan lembaga pendidikan, bisa saja anak-anak terbentur masalah perekonomian atau jarak tempuh dengan insfrastruktur yang tidak memadai. Dan situasi tersebut jelas tidak mungkin diselesaikan dengan kehadiran sekolah formal,” ucap Usep Nukliri, Ketua D PKBM Handayani 2.

Menurut Usep, keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tetap amat penting dan strategis dalam menyelesaikan persoalan anak-anak putus sekolah maupun dengan keterbatasan biaya,” Mereka bisa tetap  menyelesaikan pendidikannya tanpa harus meninggalkan aktivitas pada umumnya.

Setiap tahun antrean calon warga belajar terus berdatangan  ke PKBM Handayani 2. “Tingginya minat masyarakat belajar pada PKBM ini selain bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, belajar di PKBM juga mendapatkan pengetahuan tentang kerja,” kata Usep, Rabu (4/4/2018)

Dari segi usia, PKBM tidak membatasi,  usia berapapun bisa mengikuti program belajar PKBM dengan paket kesetaraan yang diinginkan. “Peserta warga belajar PKBM tentunya banyak juga dengan usia muda, tentu saja mereka masih punya kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tersebut,” terang Usep.

Usep yang merupakan ketua yayasan Cendikia Muslim mengatakan, sebanyak 850 warga belajar dari PKBM Handayani 2, yang tersebar di empat  desa wilayah Kecamatan Nanggung yaitu, Desa Kalongliud, Curugbitung, Bantarkaret, Cisarua dan Desa Malasari. “Mereka sebagai warga belajar yang mengikuti  program kejar paket A, B maupun C,” kata Usep.

Sebagian dari lulusan PKBM melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sebagian lainnya untuk urusan pekerjaan. “Meningkatnya animo masyarakat untuk mengenyam pendidikan untuk mendapatkan status kelulusan mulai terus meningkat sejak awal PKBM Handayani 2 didirikan,” tuturnya.

Inilah yang kemudian mengubah cara berpikir masyarakat Nanggung, terutama bagi masyarakat yang berada di pelosok pedesaan seperti warga Kampung Ciguha yang terletak di Desa Bantarkaret.

Menurut Usep, mereka harus memiliki pendidikan yang memadai untuk bisa membangun desanya. “Saya berterimakasih kepada pemerintah maupun pihak PT. Antam Pongkor  yang telah mendukung sehingga  kegiatan PKBM kedepannya akan lebih baik,” tandasnya. (Iman R Hakim)