JAKARTA TODAY – Pelatih pelatnas bulutangkis tunggal putra, Hendry Saputra, memiliki pekerjaan yang tak ringan menjelang Olimpiade 2020 Tokyo. Dia harus menjaga Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie agar bebas cedera.

Kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo bergulir hingga April. Merujuk laju sejauh ini, Anthony dan Jonatan berpeluang untuk tampil di Olimpiade 2020. Mereka menyisakan sekitar lima sampai tujuh turnamen, termasuk yang paling bergengsi yaitu Kejuaraan Beregu Bulutangkis Asia, Thomas Cup, serta All England 2020.

Boleh dibilang saat ini menjadi periode krusial bagi Anthony dan Jonatan. Hendry pun dituntut selektif memilih turnamen agar poin bisa didapatkan, namun anak asuhnya tetap bugar hingga perhelatan multievent empat tahunan sejagat itu.

“Kalau cedera, sakit pasti kita nggak harapkan. Tapi dengan rotasi main jadwal begitu ada kemungkinan bisa (kena). Tapi, selama kejuaraan ini contoh kita cek ada keluhan apa? Selama itu tidak ada keluhan tidak ada cedera lain. Kecuali seperti Shi Yuqi yang tiba-tiba terjadi cedera. Saya nggak terlalu khawatir,” kata Hendry di Pelatnas PBSI, Cipayung, Kamis (23/1/2020).

“Yang penting ada periodisasi latihan. Artinya, setiap selesai kejuaraan ada jeda skip untuk latihan. Walaupun ada back to back kayak All England kemudian Swiss tuh, tapi negara lain juga main kan. Jadi oke aja. Namanya kompetisi,” dia menjelaskan.

“Ya, harus pintar-pintar lah (mengatur). Namun, dengan pengalaman main selama satu sampai dua tahun, tiga tahun, saya rasa sudah oke saja. Lagipula ada tim fisioterapi, tim urut, sudah jalan, sudah biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut Hendry menjelaskan jika program yang diberikan sekarang ini kepada atlet tunggal putra, khususnya Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie juga masih berjalan normal.

“Kalau pembenahan mental sementara ini enggak. Menjelang Olimpiade baru kita fokus ke sana (kalau sudah lolos). Kalau sekarang biar (berjalan) normal,” dia menegaskan.

Seperti dikutip oleh detikcom. (Anata/PKL/net)