SENTUL TODAY – Tak lama lagi Sentul City Recycle Center (SCRC) , sebuah tempat pengolahan sampah terpadu di Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor segera beroperasi. Bekerjama dengan PT Xaviera Global Synergy, perusahaan pengolahan sampah tepat guna, pemgembang perumahan elite di kawasan Sentul ini memastikan tak ada lagi sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS). Diprediksikan SCRC bakal beroperasi April 2019 mendatang dan pengoperasian perdana direncanakan oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

“Kita sistemnya zero waste. Sampah berakhir dan selesai di tempat pengolahan kita,” jelas Wilda Yanti, CEO PT Xaviera Global Synergy dalam keterangan persnya.

Wilda menjelaskan, Tempat Pengolahan Sampah Tepat Guna di bangun di atas lahan lima hektar. Untuk tahap pertama, lahan yang akan dimanfaatkan seluas 1,4 hektar di mana di dalamya dibangun bangunan inti untuk mesin pengolaan sampah, gudang, parker, green house dan kantor. Sisanya akan direncanakan akan dibangun pusat pengembangan pertanian terpadu

“Kami memiliki dua teknologi tepat guna yakni NatureXa Biotechno  yakni mesih pengolahan sampah menggunakan teknologi tepat guna dan NatureXa Bioaktivator untuk mengolah sampah menggunakan mikro biologi,” paparnya.

Untuk jenis-jenis mesin yang dioperasikan, kata Wilda banyak macamnya antara lain mesin pengomposan, mesin pakan ternak, mesin pengolah plastik dan mesin-mesin lain yang sesuai dengan jenis sampahnya.

Sebelum operasi pada April 2019 mendatang, Wilda menjelaskan pihaknya sudah melakukan sosialasi dan edukasi kepada stakeholder Sentul City. Sosialisasi dan edukasi dimaksudkan agar masyarakat di Sentul City sudah mulai memiliah sampah dari sumbernya. Masyarakat diajarkan bagaimana memiliah sampah organi, non organik, sampah B3, sampah elektronikl dan sampah residu.

“Sistem kami bukan hanya mampu mengolah sampah organik dan non organik, tapi juga sampah jenis lain seperti B3, sampah elektronik dan residu,” paparnya.

Sosialiasi dan edukasi tak hanya di lakukan ke masyarakat yang tinggal di kawasan perumahan elite Sentul City. Kata Wilda, pihaknya juga melalukan sosialisasi dan edukasi ke warga masyarakat di sembilan desa yang ada di Kecamatan Babakan Madang.

“Sekarang kita sudah jalan di empat desa. Kita ajak warga desa mengolah sampah secara berkelompok. Kita juga dorong pendiriaan  koperasi yang bisa menampung hasil olahan sampah yang bernilai ekonomi,” terangnya.

Selain membina masyarakat di sembilan desa di Kecamatan Babakan Madang, pihaknya juga membina para pemulung. Menurut Wilda, selama ini pemulung diberikan waktu dua hingga tiga jam masuk ke cluster-cluster perumahan untuk mengambil sampah yang mereka butuhkan.

“Nanti kan semua sampah warga di olah. Nah, mereka kita rekrut bekerja di kita. Tugasnya memilih sampah. Ada mungkin sekitar 20 an pemulung yang akan kita rekrut untuk memiliah sampah di tempat kita,” paparnya (Iman R Hakim)

loading...