ti_347843_astra-internasional_663_382TAK ada yang meragukan sepak terjang Grup Astra di bisnis otomotif, pertambangan atau kebun. Namun di bisnis properti, grup perusahaan itu boleh jadi masih anak bawang. Tiga tahun belakangan ini atau sejak tahun 2013, Grup Astra memulai langkah di bisnis properti.

YUSKA APITYA
[email protected]

Kendati relatif baru ma­suk bisnis properti, Grup Astra menye­diakan anggaran besar di bisnis ini. Sekitar Rp 7 triliun disiapkan Astra untuk membesarkan bisnis properti me­lalui Astra International Property (Astra Property).

Duit investasi untuk memban­gun dua proyek. Proyek pertama adalah perkantoran Menara Astra yang dibangun oleh PT Menara As­tra. Proyek lain, yakni Anandama­ya Residences yang dibangun oleh PT Brahmayasa Bahtera. Kedua proyek berada di kawasan central business district (CBD) Sudirman, Jakarta.

Astra Property mulai mem­bangun Menara Astra sejak tahun 2013. Sementara Anandamaya Residences dibangun sejak tahun 2014. Dari dua proyek itu, Astra Property hanya berencana men­jual Anandamaya Residences.

Layaknya pengembang proper­ti lain, Astra Property sudah men­jajakan Anandamaya Residences meski pembangunan belum ram­pung. Jadwal serah-terima proyek itu pada tahun 2018. Anandamaya Residences terdiri dari tiga menara dengan total 509 unit apartemen.

Astra Property mengklaim, sekitar 93% unit apartemen Anan­damaya Residences sudah terjual. Alhasil, kini tersisa 7% unit aparte­men yang masih harus dijual. Har­ga unit apartemen dari tiga men­ara tersebut beragam.

Head of Residences Develop­ment Astra International Property Wibowo Muljono menjelaskan, harga rata-rata unit apartemen di menara 2 dan 3 adalah Rp 72 juta per meter persegi (m²). Sementara harga rata-rata unit apartemen di menara 1 mencapai sekitar Rp 85 juta per m².

Meski harga jual unit aparte­men itu relatif tinggi, Astra Proper­ty yakin masih ada potensi kenai­kan harga. “Masih attractive kalau menurut kami, sekitar 12%-an mungkin nanti kalau kami sudah mencapai topping off, harga bisa melonjak,” klaim Wibowo, pekan kemarin.

Hingga saat ini, Astra Property masih merahasiakan total pendapatan pra penjualan atau marketing sales yang sudah dikantongi dari penjualan unit apartemen Anandamaya Resi­dences. Perusahaan ini juga tak membeberkan persentase kontribusi bisnis ke Grup Astra.

Astra Property tak sendirian m e n g g a r a p proyek properti Anandamay a Residences. Perusahaan tersebut menggandeng Hongkong Land. Ini adalah perusahaan pengembang properti yang berkantor pusat di Hong Kong.

Dalam kerjasama tersebut, Astra Property menguasai 60% saham Brahmayasa Bahtera, peru­sahaan yang membangun Anandamaya Residences. S e m e n t a r a H o n g k o n g m e m i l i k i mendekap 40% sa­ham Brahmayasa Bahtera.

Wibowo men­gatakan, kompo­sisi saham terse­but sekaligus mencermink­an persen­tase bagi hasil bis­nis. Mana­j e m e n A s t r a Proper­ty me­nyatakan bahwa kerjasama bisnis dengan Hongkong Land berjalan seperti yang diharapkannya.

Alhasil, Astra Property masih membuka kemungkinan menja­lin kerjasama lagi dengan Hongkong Land u n t u k menggarap properti lain. Hanya saja, Astra Property belum mem­beberkan informasi mengenai peluang kerjasama lanjutan antara dua perusahaan tersebut.

“Kami tidak menutup pintu, kalau memang masuk akal dan masing-masing partner bisa membawa nilai tambah, kenapa tidak,” kata Wibowo. (/ktn)

 

loading...