BOGOR TODAY – Rencana proyek pembangunan double track atau rel ganda yang direncanakan sejak tahun 2018 lalu, tak dapat dipungkiri akan sangat berdampak terhadap pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Manajer Perencanaan Pengawasan dan Litbang Teknologi, Ardani Yusuf mengatakan, bahwa untuk memastikan segala kemungkinan yang terjadi, seperti relokasi pipa, PDAM Tirta Pakuan telah melakukan peninjauan pipa induk di kawasan Kampung Ciomas, Kecamatan Bogor Selatan pada hari kamis 31 Oktober 2019 lalu.

“Setelah kita lakukan survey hari Kamis yang lalu, di kawasan Stasiun Ciomas hingga lokasi pemakaman Gunung Gadung, terdapat dua pipa induk berdiameter 1000mm dengan panjang kurang lebih 2,6 kilometer,” kata Ardani.

Ardani menjelaskan, apabila dilakukan relokasi pipa, maka jumlah pelanggan yang terkena dampak pengaliran dari rencana pembangunan rel ganda ini sangatlah banyak.

“Kurang lebih ada 80 persen, atau kira-kira 120 ribu pelanggan akan terkena dampak proyek ini. Khususnya pelanggan di Zona 3 dan Zona 4 termasuk Istana Bogor,” ujarnya.

Pihak PDAM sendiri berharap ada solusi terbaik sehingga tidak perlu dilakukan proses relokasi pipa mengingat dampaknya yang sangat besar terhadap pelayanan khususnya pasokan air kepada pelanggan.

“Kita akan mengadakan pertemuan kembali dengan pihak terkait hari Kamis (7/11/2019) lusa, semoga menghasilkan keputusan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak,” pungkasnya. (Lintang)

loading...