MALANG TODAY – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih memberlakukan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru. Selaku pengelola, TNBTS membutuhkan kepastian kondisi jalur pendakian aman untuk dibuka. Jadi, kapan kembali dibuka, belum dapat dipastikan.

“Pendakian belum dibuka, karena ada beberapa hal masih dilakukan. Untuk memastikan jalur pendakian aman untuk dibuka kembali,” jelas Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar TNBTS Syarif Hidayat, Jumat (8/11/2019).

Menurut Syarif, revitalisasi jalur pendakian pasca musim kemarau panjang masih perlu dilakukan. Apalagi, kapan lalu pada sejumlah titik terjadi Karhutla.

“Kita juga masih ground check, kondisi terakhir. Dan itu tentunya butuh waktu, demi memastikan safety di jalur pendakian,” tutur Syarif.

Dia menambahkan, hujan yang mulai turun di kawasan taman nasional, turut menjadi pertimbangan. Apakah, memungkinkan dan aman dilalui oleh para pendaki.

“Selain kemarau panjang, kebakaran kemarin. Dan hujan yang sudah mulai turun, perlu kita antisipasi dulu. Real-nya bagaimana,” imbuh Syarif.

Dengan begitu, Balai Besar TNBTS belum dapat memastikan kapan jalur pendakian kembali dibuka kembali. Syarif mengaku, perkembangan selalu diinformasikan melalui akun media sosial lembaganya.

“Memang banyak yang tanya. Terutama di akun media sosial kami. Tetapi, kondisi di lapangan memang belum memungkinkan jalur pendakian untuk dibuka,” tegas Syarif.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup total jalur pendakian ketika terjadi Karhutla September 2019 lalu. (net)

loading...