CIBINONG TODAY – Setelah 12 tahun lamanya, akhirnya PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor akan segera memiliki kantor tetap. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Wakil Bupati Iwan Setiawan, di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (26/4/2019).

Iwan mengaku menaruh harapan besar kepada BUMD Kabupaten Bogor itu. Menurutnya, PD Pasar Tohaga harus lebih meningkatkan kinerja hingga mampu memberikan keuntungan baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan dibangunnya Kantor PD Pasar Tohaga ini, kinerja pegawai bisa lebih profesional. Dan bisa memberikan keuntungan bagi semua pihak,” kata Iwan.

Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Tohaga,  Romli Eko Wahyudi mengatakan, pembangunan kantor ini merupakan penantian panjang pihaknya setelah status perusahaan berada dalam kondisi tidak sehat.

“Keuntungan kita pada tahun 2018 mencapai Rp 2,2 miliar. Ini melebihi target yang ditentukan yakni Rp 1,3 miliar. Status perusahaan kami menjadi sehat setelah 12 tahun lamanya,” kata Romli.

Status sehat tersebut, sambungnya, bisa didapatkan perusahaan setelah mendapatkan nilai minimal sebesar 65. “Saya masuk tahun 2014, saat itu nilainya 36, lalu 55, 59, 59,5 dan saat ini kita dapatkan nilai 66,5 dimana nilai minimal untuk menjadi sehat itu 65,” ungkap Romli.

Dengan keuntungan yang selalu melebih target, kini PD Pasar Tohaga memutar otak agar memiliki kantor sendiri. Romli menegaskan, pembangunan ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor melainkan hasil dari kerjasama dengan pihak ketiga.

Saat ini, sambung dia, bersama dengan pihak ketiga posisinya sedang merevitalisasi Pasar Parungpanjang yang dimana keuntungannya selalu bentuk uang yang diberikan secara tunai ke perusahaan.

“Nah kami melihat saat ini sudah sanggup mengoperasionalkan perusahaan sendiri dengan pendapatan kita. Kalau uang ini dibagikan ke perusahaan dan menjadi untung, maka harus dibagi dengan pemda 55 persen. Kalau begitu terus, saya yakin kita tidak akan punya kantor. Makannya kami minta keuntungannya dibangunin kantor saja,” jelas Romli.

Dia memastikan ini tidak melanggar aturan. Pihaknya pun telah membuat peraturan untuk kelancaran pembangunan kantor tersebut yang telah ditandatangani semua jajaran direksi pada Maret 2019 yang pada akhirnya disetujui oleh pihak ketiga.

“Tapi DED (Detail Engineering Design) nya dari kami. Sehingga hitungan kita kalau lancar satu tahun sesuai perjanjian itu selesai sama mereka. Jadi Pasae Parungpanjang dibangun, kantor kami juga dibangun,” ungkap Romli.

Sementara untuk lahannya, Romli mengatakan pihaknya menyewa kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan nilai sewa sekitar Rp 160 juta per tahun.

“Luasannya sekitar 2.900 meter persegi. Dan nilai bangunannya sekitar Rp 5 miliar,” tandasnya. (Iman R Hakim)

loading...