foto-berita-hl-2MENINGKATNYA jumlah penduduk di kabupaten Bogor tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan pertanian, malah semakin menyusut. Perubahan iklim serta rendahnya minat masyarakat khususnya generasi muda untuk bertani, menjadi motivasi Pemkab Bogor untuk membangun kedaulatan pangan berkelanjutan mengantisipasi era perubahan iklim.

Iman R Hakim

[email protected]

Hari pangan sedunia (HPS) ke 39 menjadi momen penting Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mengingatkan 5,4 juta penduduk yang tinggal di Kabupaten Bogor agar meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat akan pentingnya ketahanan pangan. Selain itu untuk meningkatkan kepedulian, partisipasi masyarakat di semua lini dalam mengatasi berbagai persoalan pangan.

“Untuk mengatasi berbagai permasalahan pangan, maka diperlukan kerjasama multipihak, mengingat ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Segera lakuan sinergi untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri, meskipun secara umum ketersediaan pangan di Kabupaten Bogor Alhamdulillah sudah mencukupi,” tutur Bupati Bogor, Nurhayanti.

Hasil analisis tabel neraca bahan makanan (NBM) tahun 2015, ketersediaan energi dan sumber pangan nabati dan hewani mencapai 2.292 kalori per-kapita per-hari dan telah melebihi target, dari angka kecukupan energi yang dianjurkan yaitu 2.200 kalori per-kapita per-hari.

“Sementara itu untuk protein mencapai 71,06 gram per-kapita per-hari melebihi target dari angka kecukupan energi 57 gram per-kapita per-hari. Dimana penyumbang terbesar yang diperoleh sebesar 2.292 kalori adalah dari komoditas padi-padian sebesar 1.497 kalori per-kapita per-hari,” papar mantan Sekdakab Bogor.

Untuk menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bogor, langkah yang harus dilakukan yakni, dengan menjaga kesinambungan pangan, peningkatan produksi pangan khususnya melalui pencegahan alih fungsi lahan pertanian, peningkatan luas lahan pertanian. “Serta penggunaan bibit unggul, serta peningkatan akses informasi dan teknologi pertanian dengan memusatkan pada pemberdayaan petani,” ujarnya.

Adapun lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman dalam peringatan HPS ke 39, merupakan salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan. “Juga untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memilih, menentukan, menyusun, mengolah serta membudayakan keluarga untuk mengkonsumsi menu makanan beragam dan bergizi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Soetrisno mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bogor khususnya ibu rumah tangga.

“Sehingga masyarakat Kabupaten Bogor mampu menentukan dan menciptakan makanan yang beragam, bergizi dan seimbang untuk mengangkat Citra makanan khas daerah agar dapat digemari dan mampu bersaing dengan makanan modern,” tukas Soetrisno. (*)

loading...