Untitled-13BOGOR, Today – Mahasiswa Insti­tut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mengembangkan mesin pengurai serat bulu domba yang dinamakan Ecofliz. Mesin ini dalam rangka membantu peternak Indonesia.

Mahasiswa tersebut antara lain Hendi Okta Kurniawan, Khoirul Umam, Muhammad Fendi Wirana­ta, Anindita Arum P, dan Dyah Putri.

Anindita menjelaskan, saat ini ada dua masalah utama peternakan yaitu lingkungan dan nilai tambah. Selama ini volume limbah pengolahan bulu domba masih cukup besar. Selain itu, nilai limbah bulu domba memerlu­kan pengolahan cukup lama.

Menurutnya, Ecofliz sangat membantu petani karena selama ini mesin pengolah bulu domba masih diimpor dari New Zealand dan har­ganya tidak terjangkau peternak rakyat karena mahal.

Anindita mengatakan, Ecofliz sudah baik dalam pengoperasian­nya. “Mesin ini mempunyai be­berapa keunggulan diantaranya dibuat dari bahan baku lokal, proses penguraian serat bulu domba lebih cepat, hasilnya lebih baik dan harg­anya terjangkau,” ujarnya.

Ecofliz, lanjutnya, masih dalam tahap implementasi di peternak dan komunitas pengusaha yang fokus dalam pengolahan bulu domba seperti “Ecodoe” milik Tatang Gu­nawan. Inovasi ini tengah diikutkan dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang teknologi yang dimu­lai dari bulan Maret hingga Juli 2016. “Kepuasan saya bukan berada ketika mengikuti program ini saja, tetapi ke­tika kita bisa memberikan manfaat pada masyarakat dengan ilmu dan karya yang kita buat bersama. Terus berkarya untuk peternakan Indone­sia,” ungkapnya. (Latifa Fitria/ed:Mina)

loading...