BLITAR TODAY – Bawaslu Kabupaten Blitar menilai petahana yang kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2020, bisa meningkatkan potensi kerawanan. Utamanya, terjadi penyalahgunaan wewenang makin besar.

Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin mengaku pihaknya akan menguatkan strategi sosialisasi dan pencegahan. Utamanya untuk menggalakkan pengawasan partisipatif di kalangan masyarakat serta netralitas ASN.

“Kami akan menegaskan ke kalangan ASN di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar tidak menggunakan anggaran daerah, atau menunggangi program kerjanya untuk mendukung kandidat petahana,” tegas Hakam kepada detikcom di kantornya Jalan A Yani Kota Blitar, Jumat (4/10/2019).

Hal senada juga disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati. Dalam kunjungannya ke Blitar Eka mengatakan, potensi kerawanan bisa terjadi di setiap pemilihan. Namun, potensi meningkat bila muncul kandidat petahana.

“Selain kandidat petahana, potensi penyalahgunaan wewenang bisa terjadi apabila ada kandidat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/ Polri,” ucap Eka beberapa saat lalu usai penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD)di Blitar.

Koordinator Divisi Organisasi ini menjelaskan, siapapun kandidat yang memiliki hubungan dengan kekuasaan baik di pusat maupun daerah, berpotensi memanfaatkan fasilitas dari negara guna memenangkan dirinya.

“Tentu berpotensi terbukanya pemanfaatan APBN dan APBD yang digunakan untuk menguntungkan salah satu paslon,” ungkapnya.

Untuk itu, Eka menyatakan pihaknya akan berupaya untuk melakukan pengawasan terkait dana kampanye calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2020.

“Jika memang muncul calon petahana dari Kabupaten Blitar, kami mengimbau agar tidak menggunakan program kerja dan dukungan ASN dalam memuluskan langkah di Pilkada 2020,” tegasnya.

Kabupaten Blitar menjadi satu diantara 19 kabupaten/kota di Jawa Timur yang menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Namun hingga hari ini, belum ada kandidat yang secara terang-terangan mencalonkan diri pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Blitar pada 23 September 2020 mendatang.

Dikutip dari Detik.com, Sempat diberitakan beberapa media lokal jika pasangan petahana akan kembali diusung DPC PDIP Kabupaten Blitar. Namun, pemberitaan itu kemudian lenyap dari peredaran.

“Belum, belum ada calon ,” jawab Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto singkat.(Carfine/net)

loading...