BOGOR TODAY – Bayi empat bulan yang diduga menderita Pneumonia (radang paru-paru) kini mulai didatangi sejumlah pihak, mulai dari aparat desa, Petugas Sosial Masyarakat (PSM) Kecamatan Rumpin hingga komunitas aksi sosial juga ikut turun tangan.

Ketua RW 08 Zenal Abidin mengaku baru tahu kondisi Azkiatunnufus beberapa hari lalu setelah ramai di beritakan. Zenal mengaku sejauh ini tidak pernah menerima laporan bahwa jika ada warganya yang tertimpa musibah.

“Enggak ada info. Mungkin keluarga agak tertutup atau mungkin juga malu jadi kurang terbuka,” katanya, Senin (7/9/2020).

Akan tetapi, dirinya menyebut, adanya komunikasi yang buruk antara pihak RT dan kader kesehatan juga dengan dirinya hingga pihak desa.

“Kader kesehatannya tidak bisa kerja. Padahal sudah saya instruksikan tapi tidak dilakukan, enggak cepat tanggap tangani masalah kesehatan warga,” ungkapnya.

Saat ini, Zenal mengklaim, pihaknya tengah mengurus pembuatan BPJS Kesehatan bagi keluarga tersebut. Meski dari awal sudah diimbau untuk mengurus sementara BPJS secara mandiri. Dan jika setelah jadi bisa dialihkan ke BPJS kesehatan yang dibantu pemerintah.

“Sambil menunggu BPJS Kesehatan selesai diproses, kami sedang mengajukan proposal permohonan bantuan dana dan sedang dalam proses,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Kasi Kesejahteraan Masyarakat Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Ikhfan Susanto mengatakan, keluarga Ahmad dan Lulu belum terdata sebagai penerima BPJS Kesehatan dari pemerintah. Padahal, ia sudah menjabat sebagai Kasi Kesra hampir satu tahun.

“Karena memang tidak ada laporan. Kita jadi melakukan pembenahan data dari kepengurusan yang lama,” tutupnya.

Dikabarkan sebelumnya, putri ketiga dari pasangan guru ngaji, Ahmad (33) dan Lulu (31), kondisi tubuhnya sangat memperihatinkan. Tubuhnya terlihat mengeriput lantaran dagingnya habis menyusut .

Mereka, tinggal menumpang di rumah bekas pondok pesantren di Kampung Medang RT 03/08 Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.(Bambang Supriyadi)