31100094Bank swasta papan atas, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yakin bisa menurunkan tingkat suku bunga kredit mencapai single digit hingga akhir tahun 2016. Penurunan bunga ini sesuai dengan permintaan Otoritas Jasa Keuangan(OJK) agar perbankan nasional memangkas suku bunganyadi bawah 10%.

Oleh : Winda Herviana
[email protected]

Presiden Direktur Bank, Jahja Setiaatmadja menargetkan tu­runnya suku bunga bisa men­capai minimal 9,9% hingga akhir tahun. “Akhir tahun tercapai, nanti yah 9,9%, kalau lebih ya syukur. Itu lebih baik daripada di atas 10%, sudah bertahap kita lakukan, kredit KPR sudah mendekati, kemudian komersial juga, ritel dan mikro bisa bertahap,” ujarnya, Ka­mis (3/3/2016).

Lebih lanjut, Jahja men­gaku sudah mulai melaku­kan efisiensi biaya kredit untuk mendukung permintaan OJK. Jahja juga menyambut baik permintaan OJK untuk menekan net interest margin (NIM) hingga di kisaran 4%.

“Surat cinta dari OJK juga menyebutkan kredit di akhir tahun itu single digit. Yah tentunya kita akan berusaha se­dikit demi se­dikit melaku­kanadjustment. Sebena­rnya dari anggaran kita sudah sedikit banyak menyesuaikan itu. Kredit kita sebenarnya sudah kita decline dari segi budget, tapi mohon maaf ini tidak bisa kita disclosure angkanya. Tapi yang jelas akan lebih kecil daripada yang kita capai saat ini,” ungkapnya.

Jahja menye­but, Bank BCA juga melakukan efisiensi besar-besaran den­gan memangkas target penambahan jumlah ATM dan kantor cabang baru. “Efisiensi lain bikin cabang baru kita tinjau ulang, kalau tahun ini ca­bang 1.182, tahun lalu tam­bah 73 cabang, tahun ini 40 cabang. Tapi dengan kondisi ini separuhnya saja 20 cukuplah,” jelas Jahja.

“Nah, ATM juga, semula nambah 2.759 mesin dari rencana tahun ini, tapi karena situasi kaya begini ya 500- 1.000 mesin ATM saja. Karena biaya mahal, lebih efisien,” imbuhnya.

Sementara itu, perihal untuk penu­runan suku bunga deposito pun masih dalam tahapnya. BCA bertahap menu­runkan bunga depositonya sejak tahun lalu. Sekarang bunga deposito bank swasta tersebut berada di 5,75%.

Bunga deposito ini jauh di bawah rata-rata deposito bank lain yang bera­da di 7-9%. Kendati demikian, Jahja op­timistis jumlah dana pihak ketiga (DPK) tak berkurang drastis.

“Kalau story-nya sampai akhir ta­hun lalu naik tipis. Februari malah turun Rp 3,5 triliun depositonya, seka­rang 5,75% saingan bank lain 9%, tapi saya lihat kalau pasar turun sedikit yah bantu kita tetap bertahan di angka itu. Kalau saya pasang 5,75% di bank lain 7%, bank lain naik lagi 8% mungkin mereka (nasabah) masih bertahan di BCA karena loyalitas atau sudah enak “ kata Jahja.

Jahja menuturkan, penurunan bun­ga deposito sebesar hanya 5,75% dilaku­kan karena bank milik Grup Djarum itu tengah mengalami kelebihan likuiditas.

“Likuiditas kita berlebihan. Buat apa juga kan? Sebab itu sejak Febru­ary 2015, bunga deposito tiap bulan kita turunkan 0,25%. Dan itu terjadi dari February sampai Oktober, jadi ada sekitar 8 bulan, berarti 2% atau 200 ba­sis point. Sehingga tadinya suku bunga deposito kita yang paling tinggi 7,75% sudah turun menjadi 5,75%. Itu menye­babkan cost of fund kita turun, tapi dari CASA, giro mauupun tabungan ti­dak ada perubahan atau sangat sedikit sekali,” ungkapnya.

Dengan bunga serendah itu, Bank BCA tak khawatir deposan akan men­arik dananya. Pihaknya hanya menar­getkan tidak ada penambahan DPK dari deposito dalam waktu dekat

“Kalau kabur sih tidak, kalau buat bertahan biar tidak kabur iya, akan lebih bagus kalau bank lain turun. Ka­lau turunkan lagi habis nanti dana kita. Sudah nggak bisa turun lagi, kan sebet­ulnya tergantung likuiditas. Kita waktu itu kelebihan dana, jadi tidak perlu de­posito,” tutupnya.

(net/detik.com)