BOGOR TODAY – Pasca dinyatakannya Wali Kota Bogor Bima Arya positif Covid-19 membuat sejumlah wartawan was-was, terutama wartawan yang hadir pada jumpa pers Wali Kota seusai pulang dari kunjungan ke luar negeri di rumahnya di kawasan Katulampa Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Dengan dinyatakannya positif, maka sejumlah wartawan yang hadir diacara tersebut kini berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Menyikapi persoalan tersebut, PWI Kota Bogor melalui tim advokasinya meminta Pemerintah Kota Bogor untuk bertanggung jawab karena sudah mengundang wartawan di saat Bima Arya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus Covid-19.

Tim Advokasi Kota Bogor, Bagus Harianto mengatakan, kegiatan jumpa pers pada Senin 16 Maret 2020 atas undangan Humas Pemkot Bogor yang dilakukan oleh Bima Arya selaku Pimpinan Daerah tidak sesuai dengan protokoler yang berlaku dengan mengundang wartawan kerumah.

“Seyogjanya setelah kepulangannya dari luar negeri dan dinyatakan ODP Bima Arya harus membatasi diri dan tidak berjumpa dengan banyak orang termasuk wartawan,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Bagus, saat jumpa pers Bima Arya tidak menggunakan alat pelindung seperti masker. Bukan itu saja, Bima juga melakukan hal yang sama yaitu tidak menggunakan masker pada saat live di salag satu TV nasional pada Rabu 18 Maret kemarin.

“Untuk itu kami tim Advokasi PWI Kota Bogor mendesak Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini Walikota Bogor untuk bertanggung jawab terhadap penanganan medis sepenuhnya soal kondisi kesehatan para jurnalis,” tandasnya. (Heri)

loading...