BOGOR TODAY – Berkas kasus suap yang menjerat Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (DPKPP) Iryanto dan stafnya Faisal dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor. Polres Bogor telah menyerahkan barang bukti sekaligus tersangka.

Hal itu dibenarkan Kepala Kejari Kabupaten Bogor, Munaji. Menurut dia, berkas perkara tersebut sempat dikembalikan (P19) pada 12 Juni lalu.

Perkara ini, sambung Munaji, akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung, paling lambat 14 hari ke depan.

“Selama dua minggu ke depan kita limpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung,” kata Munaji, Selasa (1/7/2020) kemarin.

Selain itu, kata Munaji, bisa saja tersangka Iryanto diputuskan sebagai tahanan kota jika memenuhi syarat tertentu. Misalnya mengalami sakit atau malah terpapar Covid-19 yang sedang merebak.

“Boleh saja (tahanan kota) tapi kalau pidana korupsi biasanya ditahan. Kecuali sakit atau positif corona misalnya, ya mungkin saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Polres Bogor menetapkan status tersangka kepada dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor usai melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 3 Maret lalu.

Iryanto yang menjabat Sekdis DPKPP dan stafnya, Faisal yang diketahui menerima uang untuk memuluskan sejumlah perizinan yang menjadi tersangka.

Mereka dijerat UU No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto UU No 20/2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara minimal selama 3 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda minimal Rp150 juta dan maksimal Rp750 juta. (Bambang Supriyadi)