IMG_9705

Para pemain bintang QNB League seperti Gunawan Dwi Cahyo, Diego Michels, Andritany, Ramdani bakal turut ambil bagian dalam laga amal Trofeo Bogor yang bakal digelar di Stadion Persikabo, Minggu (24/5/2015)

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Reaksi berbeda datang dari Bogor dalam menanggapi kisruh antara Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang berujung pada pembekuan seluruh liga di Indonesia, berimbas pada pembekuan dan pembubaran klub di Tanah Air. Masyarakat Sepakbola Bogor (MSB) dengan menggandeng tiga klub besar di Bogor menggelar laga amal (charity) sebagai bentuk kepedulian insan persepakbolaan Bogor terhadap kisruh PSSI yang selalu terjadi sejak lama. “Ini merupakan bentuk keprihatinan kami atas mendung tebal yang menggelayuti dunia persepakbolaan Tanah Air. Kami hanya ingin semuanya berdamai. Jadi secara tegas kami nyatakan di sini bahwa kami tidak akan memihak salah satu pihak, baik Menpora maupun PSSI,” kata Koordinator MSB, Dian Sudaryanto. Laga Trofeo Bogor tersebut bakal digelar di Stadion Persikabo pada hari Minggu (24/5/2015) dengan melibatkan Persikabo Bogor, Persatuan Sepakbola Bogor (PSB) dan Garuda All Star. Laga tersebut bakal berlangsung selama satu hari dengan sistem trofeo, dimana setiap kontestan bakal sekali bertemu dengan waktu pertandingan 1×45 menit. Dikatakan Dian, laga amal tersebut mematok target penonton sebanyak 15000 orang dengan kapasitas Stadion Persikabo yang mampu menampung 20000 penonton. “Yang menjadi target kita adalah komunitas pecinta sepakbola, seperti Kabomania, Ultras, Laskar Pakuan, Bobotoh, Viking, Jakmania dan yang lainnya,” ujarnya. Selain itu, yang menjadi tujuan utama dari digelarnya laga pertandingan ini adalah niatan dari insan sepakbola Bogor untuk memberikan citra positif di mata dunia, bahwa tidak semua pelaku sepakbola Tanah Air itu buruk. “Sudah berapa kali kita terkena sanksi dari FIFA? Bentrok antar suporter klub bahkan sudah hampir menjadi tradisi dalam setiap laga pertandingan. Belum lagi di tataran elitnya yang saling bentrok dan saling seruduk. Kapan kita bisa maju?” tukasnya. Oleh sebab itu, lanjutnya, dengan adanya laga seperti ini, kita ingin sedikit emmberikan citra positif dan sumbangsih bagi persepakbolaan tanah air. Ini juga kami tujukan sebagai sentilan bagi PSSI dan Menpora untuk bisa segera berdamai dan memajukan sepakbola Tanah Air.

loading...