Foto : Net
Foto : Net

Ini kisah dramatis Khosyyiah Nasution (37), warga Depok, mela­hirkan bayi perempuan di dalam salah satu gerbong KA tujuan Bogor-Sukabumi. Proses kelahiran dibantu oleh dua orang anggota Polisi Khusus Kereta Api (Polsus­KA), Fajar Setiawan dan Rizky.

(Yuska Apitya Aji)

PROSES bantuan persalinan dilakukan oleh penumpang perempuan sekira pukul 09.30 WIB, kemarin. KA No 114 itu tengah melaju dari Stasiun Batu­tulis menuju Stasiun Maseng dengan masinis bernama Supri. Aksi spontan dilakukan sejumlah kru KA. Mereka tak menyangka Khosyyah akan mela­hirkan. “Ia bilang mau menemui sua­minya di Sukabumi,” ujar Setiawan, anggota Polsus KA, Jumat (13/11/2015).

Peralatan di kotak P3K yang disiapkan di setiap rang­kaian gerbong dimanfaatkan. Proses persalinan berjalan lancar dan langsung dibawa ke RS terdekat begitu tiba di Stasiun Maseng. “Saat perjalanan menuju Stasiun Maseng kita minta petugas di sana menyiapkan ambulans dan petugas medis,” lanjut Setiawan.

Khosyyiah diketahui berangkat dari Stasiun Paledang Bogor bersama seorang putranya berusia 4 tahun. Kedu­anya kemudian duduk di gerbong ekonomi 1 seat 7 D E tu­juan Sukabumi. “Awalnya nggak ada yang mencurigakan, mereka malah sempat terlihat masuk ke dalam toilet,” imbuh Setiawan.

Ibu dan bayinya selamat berkat bantuan penumpang dan kru kereta api. “Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Begitu tiba di stasiun Maseng, petugas medis dan ambulans sudah siap dan langsung membawa ibu, anak dan putrinya,” tutup Setiawan.

Khosyyah Nasution (37) tak menyangka bakal mela­hirkan anaknya di kereta api. Sebab usia kandungannya baru 8 bulan dan tidak ada tanda-tanda akan melahirkan. “Kandungannya baru 8 bulan, memang belum waktu­nya melahirkan,” kata suami Khosyyah, Taufik, Jumat (13/11/2015).

Menurut Taufik, sebelum melahirkan, istrinya baru saja menghadiri acara keluarga di Depok. Selasa malam, Khosyyah juga sudah memeriksakan kandungan ke bidan. “Dia abis cek USG di daerah Depok, katanya bayin­ya sehat, belum waktu lahiran. Makanya nggak nyangka bakal lahiran,” ucap Taufik.

Taufik juga tak khawatir istrinya pergi ke Depok tanpa didampingi dirinya dan hanya membawa anak mereka yang berumur 4 tahun, Ahmad Fauzan. “Di rumah orang taunya di Depok kan nggak kerja apa-apa, cuma kumpul keluarga besar. Terus kereta ke Sukabumi juga kan duduk semua, nggak ada yang berdiri. Jadi saya nggak khawatir,” ucap pria yang sehari-hari bekerja sebagai wirausaha ini.

“Saya kaget pas dikabarin dan Alhamdulillah ibu dan bayinya sehat,” tambah Taufik yang kini sedang menem­ani Khosyyah di RS Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi itu.

“Rencananya mau diberi nama Siti Aisyah,” tambahn­ya. Nama itu merupakan usulan dari sang kakek yang be­rada di Palembang. “Namanya dari kakeknya, saran dari Bapak saya,” ucap Taufik.

Saat ini keduanya masih berada di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Sukabumi untuk mendapat perawatan. “Bay­inya masih di inkubator, soalnya lahir prematur,” kata Taufik yang sedang menemani Khossyah.

Meski di inkubator, bayi tersebut dalam kondisi sehat, begitu juga dengan ibunya. “Alhamdulillah, ibu dan bay­inya sehat,” tandasnya.