CIBINONG TODAY – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya dalam kurun waktu 10 hari terakhir membuat wilayah selatan Kabupaten Bogor dengan topografi perbukitan sangat rawan longsor, banjir bandang dan pohon tumbang.

Bahkan dalam tiga hari terakhir, setidaknya terjadi tiga tanah longsor yang menelan korban jiwa di Selatan Kabupaten Bogor.

Berdasarkan pantauan BMKG Senin (24/02/2020), saat ini terdapat bibit Siklon Tropis di Samudera Hindia sebelah selatan NTB, telah mendorong terbentuknya kawasan konvergensi (pumpunan angin) memanjang dari Sumatera Selatan hingga selatan Jawa Barat.

Sehingga angin kencang dapat dirasakan di dataran tinggi di Bogor Selatan. Kondisi ini diprakirakan masih bertahan hingga lima hari ke depan.

“Wilayah Kabupaten Bogor bagian selatan dengan penampakan alam pegunungan / perbukitan, besar potensi terjadinya tanah longsor, banjir bandang dan tumbangnya pepohonan,” Ujar Kepala
Stasiun Meteorologi Citeko, Bogor Asep Firman Ilahi melalui keterangan tertulisnya, Senin (24/2/2020).

Bahkan tingkat curah hujan tinggi dalam 10 hari terakhir tercatat tinggi, menyebabkan air tanah menjadi jenuh dan labil terjadinya longsor.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama masyarakat yang tinggal di daerah berbukitan ketika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Menjauh dari pohon besar ketika terjadi angin kencang. Selain itu masyarakat yang bepergian dan berwisata di kawasan Puncak sampai Cipanas Cianjur, untuk mewaspadai tebingan pinggir jalan ketika hujan terjadi, tetap waspada dan terus memantau perkembangan cuaca BMKG.” imbau dia. (Bambang Supriyadi)

loading...