BOGOR TODAY – Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim menilai rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan akan berdampak pada jumlah okupansi pengunjung yang rutin menginap di Bogor.

Sebab, menurut Dedie bahwa industri perhotelan di Bogor perlu mengantisipasi rencana pemindahan tersebut. Pasalnya Kota Bogor yang secara geografis dekat dengan Jakarta sebagai Ibu Kota negara, banyak mendapat keuntungan secara ekonomi dari Jakarta.

“Bogor memiliki lebih dari 100 hotel bintang dan melati. Tingkat hunian selalu tinggi, karena banyak kegiatan dari kementerian dan lembaga, maupun kegiatan dari swasta, yang diselenggarakan di Kota Bogor,” ujar mantan Direktur Pembinaan dan Kerja Sama Antara Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, kepada wartawan belum lama ini.

Dikatakannya, jika Ibu Kota negara pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur, lalu siapa yang akan mengisi kegiatan-kegiatan di hotel berbintang maupun hotel biasa di Bogor. Hal tersebut perlu disikapi oleh industri perhotelan agar jumlah okupansi yang menginap bisa tetap tinggi.

“Kota Bogor harus dapat menyiapkan diri sebagai kota wisata yang mandiri sehingga tidak tergantung pada Ibu Kota negara yang akan pindah. Kita mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi dalam menyikapi rencana pemindahan Ibu Kota negara nantinya,” tandasnya. (Bambang Supriyadi)

loading...