Home Bogor Raya Bogor Dikepung Pendatang

Bogor Dikepung Pendatang

0
92

pendatang-foto-KOZERCIBINONG, Today- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor memperkirakan bakal ada kenaikan jumlah pen­datang baru ke Bumi Tegar Beriman dibanding 2015 lalu.

Menurut Kepala Disdukcap­il Kabupaten Bogor, Oetje Soe­bagdja, wilayah Bumi Tegar Beriman kerap jadi tujuan bagi pendatang dari Bekasi, Jakarta hingga Tangerang dengan daya tarik memiliki pabrik-pabrik yang bisa digunakan untuk menggantungkan nasib.

“Jumlah pendatang sudah pasti akan bertambah, diband­ing tahun 2014 atau 2015. Mengingat lebaran tahun 2016 ini, bersamaan dengan tahun ajaran baru sekolah juga kan,” ujar Oetje, Selasa (12/7/2016).

Ia menambahkan, wilayah seperti Gunung Putri, Su­karaja, Cibinong, Babakan Madang, Gunung Sindur, Cileungi selalu jadi primadona para pendatang untuk menga­du nasib. Lantaran di daerah itu memiliki sejumlah pabrik.

“Biasanya pendatang baru yang ingin tinggal dan men­gadu nasib di Kabupaten Bo­gor, kebanyakan dari luar Jawa Barat, maupun Sumatera,” un­gkapnya.

Pada 2015 lalu, kata dia, ter­catat 38.574 pendatang yang mengajukan permohonan tinggal. Angka itu, naik tiga kali lipat dibanding tahun 2014 yang hanya menyentuh angka 11 ribu orang. “Ini tidak bisa di­hentikan. Karena sebagai kon­sekuensi wilayah yang strate­gis dan bisa dijadikan sumber penghasilan,” tukasnya.

Kenaikan jumlah pen­dudukan, berdasarkan data pendatang yang mengurus identitas diri untuk menjadi warga Kabupaten Bogor. Pada Januari 2015 tercatat, 6.170 orang, Februari 5.386, Maret 5.920, April 6.312, Mei 6.322, Juni 6.064 dan Juli 3.400 orang dengan rata-rata yang mengurus identitas diri lebih dari 5.000 setiap bulan­nya.

Oetje pun meminta para pendatang yang ingin bermu­kim di Kabupaten Bogor un­tuk melengkapi administrasi kependudukannya sebelum menetap, seperti surat pin­dah dari asalnya. “Apalagi sekarang ini sudah e-KTP. Dan untuk mengetahui jumlah penduduk tahun 2016 yang masuk, kita menyarankan Kecamatan melakukan op­erasi yustisi, guna mendata pendatang baru,” pungkas­nya. (Rishad Noviansyah/ ed:Mina)