RANKING LIMA SE-INDONESIA

BOGOR TODAY– Polres Bogor Kota merilis, Kota Bogor masuk ranking lima besar zona peredaran narkoba di Indonesia. Data ini semakin mencoreng buruknya pergaulan di Kota Hujan. “Fakta di Kota Bogor sudah gawat darurat narkoba. Untuk itu, kita ingin kuatkan badannya (BNK, red). Nanti dalam raker ini akan dirumuskan termasuk strukturnya hingga ke tingkat bawah,” ungkap Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, saat gelaran Rapat Kerja Badan Narkotika Kota (BNK) Bogor tahun 2015 di Ruang Rapat I Balaikota Bogor, kemarin. Usmar juga mengatakan, modus peradaran narkoba semakin beragam. Mulai dari menyisipkan ganja di brownies hingga makanan ringan lainnya. “Modusnya sekarang lebih mendekati kehidupan sehari-hari seperti pada produk tisue. Karena, para gembong narkoba ini akan memkasa orang untuk ketagihan dulu,” tuturnya. Apabila tidak ada usaha dari pemerintah, maka tahun 2015 ini pengguna narkoba di Indonesia diperkirakan akan mencapai angka 5,1-5,6 juta orang atau sekitar 2,8 persen dari total jumlah penduduk. Hal itu dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Fauzan Jamal, saat menyampaikan materinya dalam rapat kerja (raker) Badan Narkotika Kota (BNK) Bogor tahin 2015, di Ruang Rapat I Balai Balai Kota, Jalan Juanda, Bogor Tengah. “Sebab, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia (UI) dengan BNN bahw di tahun 2013 lalu pengguna narkoba sudah mencapai 4,58 juta orang,” ujar Fauzan. Fauzan mengatakan, prevalensi (tingkat penyebaran) penggunaan narkoba di Indonesia 2,23 persen dari penduduk yang berumur 10-59 tahun atau sekitar 4,2 juta orang. Meningkatnya pengguna narkoba di Indonesia cukup memprihatinkan terlebih usia pengguna yang relatif di bawah umur. “Malah dari hasil penelitian yang telah dilakukan di tahun 2011 silam, sebanyak 167-315 juta orang (3,6-6,9 persen) dari penduduk yang berumur 15-64 tahun pernah menggunakan narkoba minimal satu kali dalam setahun,” tutupnya.

(Rizky Dewantara)

loading...