bahrul-ulum-(2)

Polemik keberadaan proyek apartemen Gar­denia di Jalan Raya KS Tubun, Kampung Negla­sari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, mengan­cam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa-siswi SMP Bahrul Ulum Kota Bogor.

Salah seorang tenaga pengajar di SMP Bahrul Ulum, Dini Kartika, mengaku terganggu dengan ke­berayaan proyek apartemen yang beroperasi saat jam belajar. “Ka­sian murid-murid saya mas, nggak bisa belajar dengan tenang dan merasa takut kalau bangunan ber­getar langsung pada lari keluar,” ujar dia.

Terpisah, Ketua Yayasan di SMP Bahrul Ulum Kota Bogor, Taufik Hidayat, mengatakan, sam­pai saat ini SMP Bahrul Ulum Kota Bogor belum mendapatkan uang kompensasi perbaikan sekolah yang sudah dijanjikan pada saat pertemuan di kelurahan dengan pihak apartemen. “Padahal pro­posal pengajuan renovasi dan pembangunan sekolah itu atas anjuran pihak apartemen dengan lurah yang terdahulu,” katanya, kepada BOGOR TODAY.

Taufik juga merasa heran, ke­napa pihak apartemen dengan lu­rah yang terdahulu tidak berkomit­men dengan saran yang sudah diberikan kepadanya. Dengan dasar itu, ia meminta pihak penge­lola dapat memberikan keinginan SMP Bahrul Ulum diperbaiki dan proposal yang sudah dilayangkan ditanggapi ataupun direalisasi. “Saya sebagai pihak yayasan hanya menginginkan sekolahan saya jadi bagus,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP Bahrul Ulum, Dadeng S Efendi, menam­bahkan, jika perbaikan ini bukan hanya sekedar sekolah saja yang menerima, melainkan buat kebai­kan siswa/i belajar kedepannya. Karena saat ini saja pembangu­nan itu sudah menyebabkan kere­takan, sebaiknya pihak Gardenia memenuhi semua perjanjian yang sudah dijanjikan. “Proposal yang kami ajukan Rp 432 Juta, pihak Gardenia hanya memberikan Rp30 juta dan itu jelas-jelas ditolak sama Pak Taufiq,” pungkasnya.

Saat hendak dikonfirmasi soal perkara izin, salah seorang tena­ga satpam proyek Gardenia tak berkenan memberikan izin. “Nanti saja Mas. Kita sedang lagi ada ma­salah,” kata dia.

(Guntur Eko Wicaksono)

loading...