477935_08014212022015_bbtnJakarta, Today – PT Bank Tabun­gan Negara Tbk (BTN) membidik Rp 50 triliun dana repatriasi hasil pengampunan pajak alias tax am­nesty. Direktur Utama BTN Mary­ono mengatakan, sekitar Rp 10 triliun akan diserap dalam bentuk Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP).

EBA SP merupakan instrumen investasi berbentuk partisipasi pendanaan dengan agunan aset pembiayaan. Secara sederhana, EBA SP adalah surat utang dengan jaminan rumah yang masih dalam proses kredit pemilikan rumah (KPR).

“Tax amnesty, kami telah siap­kan sendiri setelah penunjukan sebagai bank persepsi. Kami akan melakukan penampungan sekita Rp 50 triliun selama periode tax amnesty. Sebanyak Rp 10 triliun di EBA SP,” kata Maryono ditemui di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Selain EBA SP, BTN juga me­nyiapkan instrumen investasi lain untuk menampung dana tax am­nesty. Dari mulai simpanan biasa seperti tabungan, deposito dan giro.

Kemudian juga instrumen in­vestasi lain yang memberikan im­bal hasil lebih tinggi. “Seperti ob­ligasi, NCD (negotiable cetificate of deposit) dan EBA SP,” sambung dia.

Maryono mengajak Pengem­bang atau pun pengusaha di sektor Properti yang selama ini memarkir dananya di luar negeri untuk mengikuti program tax amnesty ini.

“Pengembang ini kan orang kaya yang mungkin dananya se­lama ini parkir di luar negeri seperti Hong Kong atau Singapura. Ayo bawa dananya kembali ke dalam negeri. BTN akan menampung,” tutur dia.

BTN menawar­kan imbal hasil un­tuk produk investasi seperti Obligasi, NCD dan EBA SP pada rentang yang menarik.

“Akan disesuai­kan dengan perkembangan ekonomi. Tapi mungkin sekitar 10-12%. Itu di menarik sekali,” tutur dia.

S e k e d a r g a m b a r a n , rata-rata bun­ga tabungan perbankan di Indonesia seki­tar 1-2%, sementara bunga deposito sekitar68%. (Calviano/NET)

loading...