bubur-barokah-(2)Begitu banyak legenda kuliner di Kota Bogor yang sangat sayang bila Anda tidak cicipi. Ada berbagai macam minu­man legenda dan makananan legenda. Salah satu legenda kuliner Kota Bogor adalah Bu­bur Ayam Barokah yang terletak tidak jauh dari Tugu Air Mancur.

Adalah Lakssus, sang pemilik warung bubur yang sudah terkenal ini. Awalnya pada tahun 1970-an lapak bubur ini hanya berupa gerobak dan bukan berdagang bu­bur, melainkan jamu. “Dulu hanya ada jamu, tapi kemudian seiring berjalan­nya waktu, menjadi berjualan beraneka makanan seperti sekarang ini,” jelas Lakssus kepada Bogor Today, Minggu malam (20/12/2015).

Bukan hanya dapat menikmati sajian bubur nikmat, tapi juga dapat menikmati menu-menu lain. Misalnya nasi goreng spesial, roti bakar, pisang bakar, mie gore­ng, STMJ plus gingseng, aneka jus, dan lain-lain. “Awalnya hanya jamu, nasi goreng, dan bubur. Tapi setelah dipikir-pikir sayang juga kalau tempat yang luma­yan besar ini hanya untuk dagang itu saja,” jelas Suginem, istri Lakssus.

Dengan uang Rp 10.000, sudah dapat menikmati bubur nikmat yang dapat meng­hangatkan dan mengenyangkan perut. Un­tuk menu harga yang lain juga dipatok tidak terlalu mahal. Harga berkisar mulai dari Rp 10.000-Rp 25.000 saja untuk berbagai menu makanan di Warung Bubur Barokah.

Dengan dibantu oleh 8 orang karyawan, dalam seharinya Bubur Barokah dapat men­jual minimal 150 mangkok bubur. “Paling ra­mai ketika akhir minggu tiba, bisa mencapai 200 mangkok,” tutur pria berusia 50 tahun ini.

Warung Bubur Barokah ini memiliki slogan INDOSIAP yang memiliki arti siap santap atau siap makan, “Dulu waktu awal-awal kita berjualan bubur suka ada yang bertanya, sate untuk teman makan bubur ini sudah siap dimakan atau harus digoreng dahulu. Dan akhirnya kita beri selogan Indo­siap ini, yang artinya siap disantap atau siap mengenyangkan perut penikmatnya,” kata Lakssus.

Sebelum tiba di Bogor, Lakssus men­gaku sempat merantau ke berbagai daerah seperti Lampung dan Jakarta. “Dulu ketika merantau dari Solo, mo­tivasi terbesar saya adalah hidup man­diri. Dengan bekal ilmu yang diberikan oleh orang tua, akhirnya saya nekat merantau ke berbagai daerah. Sampai akhirnya saya merasa nyaman tinggal di Kota Bogor,” jelas Lakssus.

Kunci sukses dalam menjaga eksis tensi dan kesetiaan pelanggan Lakssus adalah, penjagaan kualitas produk yang dijual dari dulu hingga sekarang, dan yang paling penting adalah selalu men­jamu pelanggan dengan sebaik-baiknya. “Kualitas produk yang bagus itu ha­rus, kebersihan juga harus dijaga. Tapi memuaskan pelanggan melalui pelay­anan adalah hal yang wajib, kita selalu berusaha ramah kepada pelanggan dan melayaninya dengan sebaik-baiknya,” kata pria yang suka becanda ini.

(Muhammad Rizal Oktavian)