CIBINONG TODAY – Pasca longsornya tembok pembatas SDN Cikeas 02, Sukaraja dengan sungai irigasi yang tepat dibagian belakang bangunan sekolah, pada Jumat (7/2) lalu, Bupati Bogor, Ade Yasin meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor turun langsung ke lapangan untuk meninjau.

Sebab, saat ini para siswa dan guru mengaku khawatir longsoran akan semakin parah dan merembet ke bangunan ruang kelas yang jaraknya cukup berdekatan.

“Kadisdik saya tugaskan untuk turun ke lapangan,” tegas Ade Yasin, saat ditemui wartawan usai menggelar rapat paripurna di gedung dewan, Jumat (13/2/2020).

Ia juga menunggu hasil laporan dan tinjauan langsung dari lapangan, untuk segera dilakukan tindakan demi mengurangi kekhawatiran proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di salah satu SD di Kecamatan Sukaraja itu. Termasuk pengajuan yang nantinya akan dilayangkan pihak sekolah kepada F1 untuk dibangunkan turap darurat.

“Nanti ada laporan hasil peninjauan dari lapangan,” tukas AY, sapaan akrabnya.

Untuk diketahui, sebanyak 99 siswa dari tiga kelas di SDN Cikeas 02, Desa Cadasngampar, Kecamatan Sukaraja kini belajar dalam kondisi was-was karena bagian belakang sekolahnya mengalami longsor pada Jumat (7/2) sore. Namun, setelah kejadian, baru pihak kecamatan yang datang pada Senin (11/2/2020) untuk melihat lokasi.

“Tapi belum ada janji apa-apa, ini juga pembatas seadanya. Khawatir lah. Tebingan cuma jarak satu meter sama bangunan. Ada tiga kelas masing-masing 33 siswa, ruang perpus dan ruang operator. Mudah-mudahan segera ada tindakan karena takut longsor susulan, ini masih sering hujan deras,” ungkap Guru SDN Cikeas 02, Iyan Maulana. (Bambang Supriyadi)

loading...