CIBINONG TODAY – Bupati Bogor, Ade Yasin meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Bogor, agar tidak membebankan daerah. Dengan penyertaan modal yang dianggarkan, BUMD harus memberikan keuntungan atau profit.

“Jangan sampai perusahaan daerah ini membebani daerah. Karena masih banyak yang belum memberikan keuntungan besar kepada daerah,” tegas Ade Yasin.

Ada beberapa BUMD di Kabupaten Bogor yang belum berjalan maksimal. Salah satu di antaranya PT Sayaga Wisata. Hotel Sayaga yang kini tengah dibangun
di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong itu, belum menunjukan tanda-tanda penyelesaian. Padahal, penyertaan modal puluhan milyar sudah diberikan oleh Pemkab Bogor demi hotel tersebut.

Pembangunan hotel itupun didesak Bupati Ade Yasin untuk segera diselesaikan. Menurut Direktur Operasional PT Sayaga Wisata, Ivan Fadilla, kini pihaknya menargetkan pembangunan Hotel Sayaga itu selesai di akhir tahun 2020.

Kata Ivan saat ini proses pembangunan yang menggunakan dana Penyertaan odal Pemerintah (PMP) itu tengah memasuki lelang untuk konsultan.

Sehingga ia pun memastikan jika tahun ini pihaknya kembali melanjutkan pembangunan setelah ‘direstui’ oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor melalui LO yang sudah dikeluarkan. Jika tidak ada arah melintang, setelah lelang konsultan beres, bakal dilanjutkan dengan lelang pekerjaan fisik.

“Untuk (pekerjaan) fisik itu anggarannya masih PMP yang sama. Ada sisa pekerjaan nilainya sekitar Rp16-17 miliar. Dalam KAK (Kerangka Acuan Kerja, red), waktu pekerjaannya itu enam bulan, jadi kita sih targetkan akhir tahun ini bisa beres,” katanya kepada wartawan.

Target penyelesaian hotel bintang empat di tahun ini menurutnya sejalan dengan keinginan Bupati Ade Yasin.

“Bupati sih dorong kita terus, supaya lebih cepat untuk menyelesaikan pekerjaan hotel ini. Berkali-kali malah. Makanya ya harus tahun ini beres. Ini masih pake PMP yang lama,” ucapnya.

Pembangunan lanjutan ini, kata dia, akan menyentuh penyelesaian fisik hotel, bagian depan fasade, ruang parkir dan pembangunan akses jalur keluar masuk hotel, yang mengalami perubahan desain pada awal tahun lalu. Suami dari anggota DPRD Kabupaten Bogor Sarni itu menambahkan, hal itu dilakukan sebagai antisipasi rencana pembangunan kamar tambahan dari gedung baru, yang akan dibangun bersebelahan dengan gedung eksisting. Ivan pun menjelaskan, ada rencana untuk penambahan kamar tapi itu nanti di PMP berikutnya, karena gedungnya juga baru dan bukan yang eksisting sekarang.

“Yang sekarang masih 80 kamar. Jadi nggak diintervensi PMP sekarang. Nah yang membuat kira redesign itu kan karena itu, karena ada rencana nambah kamar, sehingga akses jalan, parkir dan fasade-nya harus dirubah. Daripada setelah jadi harus dibongkar dan diperbaiki lagi. Insya Allah akhir tahun atau awal tahun depan bisa segera digunakan,” tandas Ivan. (Firdaus)

loading...