Untitled-11AKSI protes 287 kepala Sekolah Dasar langsung di tanggapi serius oleh Bupati Bogor Nurhayanti. Mereka (kepala SD,red) mempertanyakan rotasi, mutasi dan promosi yang diatur dalam permendiknas itu.

RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

Menurutnya aksi mereka tersebut tidak perlu terjadi, kare­na jabatan kepala sekolah merupa­kan tugas tambahan dari seorang guru yang berfungsi mencerdas­kan bangsa.

Jabatan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Pen­didikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010.

“Yang jelas, ini sudah diatur oleh Permendiknas dan reko­mendasi dari dewan pun sudah dipertimbangkan. Kepala sekolah itu hanya fungsi tambahan kok. Pada dasarnya, fungsi mereka mengajar,” ujar Nurhayanti saat dihubungi Bogor Today.

Mengingat masih kurangnya tenaga pengajar di Bumi Tegar Beriman, terlebih para mantan kepala sekolah ini enggan turun jabatan lagi menjadi guru.

Hal itu tentunya berimbas pada rata-rata lama sekolah dalam visi kabupaten termaju di Indonesia.

“Sekali lagi, kursi kepala se­kolah itu hanya fungsi tambahan. Kalau mereka tidak mau mengajar lagi, tentu saja itu bentuk pelang­garan disiplin. Pastinya ada sank­si. Nanti akan dibicarakan dengan Disdik dan BKPP,” tegas nenek dua cucu itu.

Dalam Permendiknas itu, dis­ebutkan bahwa kepala sekolah harus kembali menjadi guru sete­lah menjabat dua periode atau de­lapan tahun (satu periode empat tahun, red).

Selain itu, dalam setiap peri­ode, kinerja mereka akan dievalu­asi sebagai tiket kembali menjabat di periode kedua.

Koordinator aksi, Rais Sumitra mengaku mengendus kecacatan prosedur dalam pengangkatan calon kepala sekolah yang baru dilantik. Ia dan koleganya meng­kritik penggantian dengan alasan sudah menjabat belasan tahun.

Permendiknas itu kata dia, mensyaratkan calon kepala se­kolah menyertakan sertifikat dari Lembaga Pengembangan dan Pem­berdayaan Kepala Sekolah di Solo.

“Selain promosi, dalam muta­si pun belum memenuhi permen. Karena minimal dua tahun di situ baru boleh mutasi. Sementara banyak kepsek yang belum dua tahun di tempat lama,” kata Rais yang telah menjabat Kepala Se­kolah SD Cileungsi 6 selama 18 tahun. (*)