TENJOLAYA TODAY – Bupati Bogor, Nurhayanti meresmikan masjid Husnul Ma’ab sebagai masjid raya di Kecamatan Tenjolaya,pada Rabu (21/3/2018).

Dalam sambutannya Bupati Bogor mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan,  terutama kepada warga masyarakat yang telah berswadaya dalam membangun mesjid Husnul Ma’ab. “Saya minta masjidnya di jaga dan dirawat,” pinta bupati.

Ia juga mengatakan adapun keseluruhan, direncanakan terbangun 40 mesjid besar di seluruh Kabupaten Bogor dalam kurun waktu tahun 2013-2018. Pada tahun 2013 telah terealisasi 9 unit pada tahun 2017 telah dialokasikan belanja hibah hasil usulan tahun 2016 untuk pembangunan 20 mesjid besar husnul ma’ab ini, serta sisa lokasi yang belum terealisasi, telah diusulkan dan telah direchecking oleh tim evaluasi terhadap lokasi masjid besar tahun 2017 sebanyak 11 masjid untuk dialokasikan dalam APBD tahun 2018.

“Mengingat pembangunan mesjid ini didanai dari hibah APBD Kabupaten Bogor, saya ingin mengingatkan pentingnya penerima hibah untuk mematuhi peraturan serta monitoring dan evaluasi hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah, terutama dalam aspek perencanaan,  pelaksanaan,  pengawasan,  pertanggungjawaban dan pelaporan guna menjamin tertib administrasi serta mencegah kekeliruan yang berakibat sanksi hukum,” ungkapnya.

Nurhayanti juga berharap pembangunan mesjid besar di setiap Kecamatan, hendaknya dipahami bahwa hal ini bukan hanya menyiratkan adanya kegiatan membangun yang bersifat fisik, akan tetapi lebih jauh harus dimaknai sebagai upaya untuk membangun jemaah dan membina basis dakwah yang akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas umat mewujudkan kesalehan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Camat Tenjolaya, Isak Maheru mengatakan masyarakat Kecamatan tenjolaya khususnya akan lebih memiliki kesadaran dan pemahaman untuk tidak meninggalkan agama, taat beribadah dan senantiasa berupaya mewujudkan lingkungan keluarga dan lingkungan sosial yang damai, kondusif, religius dan manusiawi.

“Posisi mesjid yang strategis ditengah tengah kehidupan umat diharapkan mesjid ini tidak sekedar tempat melaksanakan shalat 5 waktu melainkan berkembang lebih jauh dengan menjadikan mesjid sebagai pusat jemaah dan sarana pemberdayaan potensi umat islam dalam berbagai bidang,” imbuhnya. (Agus)