Caption : Irah (25) berkerudung merah tengah berbincang dengan Bupati Bogor, Ade Yasin di tenda pengungsian.

PAMIJAHAN TODAY – Namanya Irah. Perempuan 25 tahun ini baru saja melahirkan anak keduanya bernama Naila Hafizah (2 bulan). Ia bersama warga lain harus rela terpapar panas matahari dilokasi pengungsian pasca gempa yang mengguncang RT 01/06, Desa Purwabakti, Kampung Cisalada, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Saat ditemui bogor-today.com, dari wajah Irah terpancar raut kesedihan yang mendalam. Pasalnya saat kejadian putri pertamanya Olis Intan Nuraini (6) tengah dalam kondisi sakit.

“Setelah kejadian kemarin sementara saya sama keluarga tidur di saung, lumayan sih kalau dari sini jauh,” tutur Irah, Rabu (11/3/2020).

Dari lima rumah yang mengungsi ke persawahan tersebut, semuanya berjumlah 25 jiwa. Dua di antaranya bayi masih berumur satu hingga tujuh bulan.

Ibu yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga tersebut menceritakan saat gempa mengguncang dirinya tengah menidurkan anak keduanya di ruang tengah.

“Panik juga, anak saya yang pertama kan lagi sakit tidur di kamar, terus saya lagi nidurin yang ini (Naila) di ruang tengah. Saya langsung bangunin anak pertama saya sambil gendong bayi,” bebernya.

Irah dan 25 jiwa lainnya di pengungsian berharap adanya bantuan dari pemerintah serta pihak terkait lainnya. “Dengan kondisi seperti ini kalau ada akan lebih bagus. Terutama makanan ringan, popok bayi, selimut, tikar, dan tenda,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi dengan kekuatan 5,0 yang mengguncang Sukabumi, Jawa Barat pada Selasa, (10/3/2020) petang, mengakibatkan sejumlah rumah di wilayah Pamijahan, Kabupaten Bogor tepatnya di Desa Purwabakti, mengalami kerusakan.

Informasi yang dihimpun, ada lima kampung di Kecamatan Pamijahan yang terdampak bencana. Hal itu pun dibenarkan Sekretaris Desa Purwabakti, Wahyu.

“Ada lima kampung, yaitu Kampung Cisalada, Cigarehong, Cisalak, Cipambutan dan Campedak,” kata Wahyu, dihubungi wartawan, Selasa (10/3/2020).

Meski demikian, Wahyu menyebut belum ada laporan soal korban jiwa akibat gempa tersebut. “Tidak ada korban jiwa, hanya rumah rusak berat hingga rusak ringan,” tuturnya. (Bambang Supriyadi)

loading...