BOGOR TODAY – Kasus corona virus disease atau Covid-19 di Kota Bogor dalam tiga hari ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Dalam tiga hari yakni pada tanggal 8, 9 dan 10 Agustus 2020 itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat ada sebanyak 36 orang dinyatakan positif, di mana setiap harinya ada 12 orang yang positif.

Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie Rachim mengungkapkan, warga Kota Bogor yang dinyatakan positif covid19 itu berdasarkan hasil dari penelusuran atau hasil swab yang dilakukan tim dinkes Kota Bogor.

“Hari ini, saya dan bu Retno (Kadinkes Kota Bogor, red) menyampaikan informasi terkait covid19 selama 3 hari berturut-turut berdasarkan hasil penelusuran dan hasil swab test dalam rangka fight painting kita atau pencarian aktif kasus covid19 di Kota Bogor tercatat 12 lagi. Artinya selama tiga hari berturut-turut kasus terjadi dengan cukup banyak terkonfirmasi positif, di mana 12 orang ditanggal 8, 12 ditanggal 9 dan 12 ditanggal 10 Agustus,” kata Dedie kepada wartawan di Posko GTPP Covid Kota Bogor, Senin (10/8/2020).

Meski adanya lonjakan yang cukup signifikan ini, kata Dedie, kondisi pandemi di Kota Bogor tetap masih kategori berisiko sedang. Akan tetapi, lanjut dia, jika tidak berhati-hati bisa saja kondisi resiko sedang ini menjadi resiko tinggi. Apalagi saat ini PSBB perpanjangan ke enam ini disandingkan dengan PSBB Pra AKB.

“Artinya kita sudah melakukan berbagai pelonggaran. Kemudian Pemkot Bogor juga sudah menerbitkan Perwali Nomor 64 tahun 2020 untuk mencoba semaksimal mungkin menerapkan protokol covid secara ketat, artinya semua pelanggaran protokol kesehatan tentu akan ada sanksinya,” ujarnya.

Dedie menjelaskan, dengan adanya penambahan kasus tersebut maka jumlah total yang terkonfirmasi positif covid di Kota Bogor pada 9 Agustus kemarin jumlahnya ada 350 kasus, dengan angka kesembuhan 61,1 persen dan angka kematian 6 persen.

“Dari 350 kasus tersebut yang dirawat di rumah sakit ada 54 persen dan isolasi mandiri ada 46 persen. Kemudian kasus terkonfirmasi positif aktif di rumah sakit jumlahnya ada 115 orang, yang dirawat di rumah sakit jumlahnya ada 48 orang dan isolasi mandiri jumlahnya ada 67 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menambahkan, kasus covid-19 di Kota Bogor ini berasal dari klaster imported case, kemudian diurutan kedua kasus penularan rumah tangga atau keluarga dan terakhir di kelompok faskes.

“Kalau imported case sampai hari kemarin pertanggal 9 diangka 33 persen, kemudian di kelompok penularan rumah tangga atau keluarga 23 persen dan faskes 14 persen,” katanya.

Dia menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan swab test secara masif. Tujuannya, agar kasus covid19 di Kota Bogor ini dapat ditekan dan diketahui berapa besar jumlah masyarakat yang terpapar covid. (Heri)