SleepyTIDUR merupakan kebutuhan yang penting bagi kesehatan tu­buh. Kurang tidur diketahui ber­dampak buruk bagi produktivitas dan kesehatan secara umum.

Namun di bulan Ramadan, tentu ada perubahan waktu tidur khususnya bagi umat muslim yang menjalani iba­dah puasa. Bangun sahur dan ibadah malam mung­kin akan mengurangi wak­tu tidur.

Kendati beribadah pent­ing, namun kebutuhan tidur juga boleh ditinggalkan. Kurang tidur dapat membuat kita lebih mengantuk di siang hari sehingga berakibat buruk pada produktivitas.

Maka agar tidak kekurangan tidur selama bulan Ramadan, kita perlu melakukan beberapa modifikasi kebiasaan sehari-hari. Berikut kiatnya dari pakar kesehatan ti­dur dari RS Mitra Kemayoran dr. Andreas Prasadja, RPSGT.

  1. Tidur lebih awal

Apabila aktivitas sudah selesai, maka segeralah tidur. Sebisa mungkin jangan lakukan kegiatan-kegiatan lain, terutama yang menatap layar seperti menonton TV, laptop, bahkan handphone. Karena, menatap layar yang bercahaya akan menyulit­kan dalam memulai tidur.

  1. Tidur lagi setelah sahur

Jika masih sempat, kita dapat tidur lagi setelah sahur dan salat Subuh. Andreas mengatakan, tidur setelah sahur dapat mengurangi rasa kantuk sehingga menjaga keselamatan berkendara di pagi hari.

Namun kalau dirasa “nanggung” untuk tidur, maka langsung berangkat dan di­lanjutkan untuk tidur di tempat bekerja bisa dijadikan pilihan. Meski hanya 15-20 menit, tidur sudah dapat memberi energi untuk memulai aktivitas.

  1. Sempatkan tidur siang

Waktu istirahat siang yang biasa digunakan untuk makan akan terasa lebih long­gar sehingga dapat digunakan untuk tidur. Tidur singkat di siang hari atau disebut juga power nap bisa mengembalikan energi dan membuat siap untuk melanjutkan aktivitas.

“Lemas di siang hari bukan dikarenakan kurang asupan, tapi karena pola tidur yang berubah. Maka power nap bisa membuat lebih segar,” ujarnya.

  1. Tidur pada sore hari

Saat pekerjaan sudah selesai, tidur pada sore hari bisa jadi pilihan. Namun, sering kali orang tidak sempat dan memilih untuk pulang. Hanya saja, Andreas berpesan agar tidak mengendara sendiri saat mengantuk, sebaliknya pilihlah kendaraan umum. “Menyetir sambil mengantuk sama bahayanya seperti menyetir saat mabuk,” pungkasnya.

loading...